KILAS

Puluhan Hektare Sawah Terendam Banjir, Mentan Imbau Petani Ponorogo Asuransikan Lahan

Kompas.com - 08/02/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi sawah. shutterstockIlustrasi sawah.

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mengimbau petani Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, segera mengasuransikan lahan pertaniannya. Imbauan ini disampaikan terkait 83 hektare lahan pertanian Ponorogo yang terancam gagal panen akibat banjir melanda.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, asuransi akan membantu petani untuk menghindari kerugian akibat gagal panen.

"Oleh karena itu, kami mengajak petani untuk memanfaatkan asuransi agar produksi pertanian tidak terganggu," ujar Syahrul melalu rilis resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (7/2/2021).

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah akan terus mengoptimalkan asuransi.

"Asuransi memiliki klaim yang akan diberikan jika terjadi gagal panen. Klaim tersebut sebesar Rp 6 juta per hektare. Dengan dana itu, produksi pertanian akan terus berlangsung," jelas Sarwo Edhy.

Ia menambahkan, asuransi adalah cara terbaik untuk menjaga lahan pertanian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan menjaga lahan dari perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo Medi Susanto.

Medi mengatakan, petani di Kabupaten Ponorogo masih bisa bernapas lega sebab banjir yang melanda hanya terjadi satu malam sehingga padi masih bisa terselamatkan.

“Meski begitu, petani tidak boleh abai, apalagi sampai tidak mengindahkan imbauan dari Mentan,” tandas Medi.

Lebih lanjut Medi mengungkapkan, mayoritas lahan pertanian terdampak banjir berada di sekitar bantaran sungai. Menurut rinciannya, 10 hektare di Desa Madusasi, Kecamatan Siman, 3 hektare di Desa Brahu, dan 10 hektare di Desa Beton.

Selain itu, Meidi menambahkan, dampak banjir juga melanda ke lahan pertanian yang terletak Kecamatan Ponorogo, yaitu 6 hektare di Surodikraman, 22 hektare di Kepatihan, 5 hektare di Pakunden, dan 28 hektare di Paju.

"Kelurahan Paju yang paling banyak, karena dekat dengan sungai Sekayu," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X