Komisi IV Minta Realokasi Anggaran Kementan Fokus buat Peningkatan Produksi

Kompas.com - 08/02/2021, 12:44 WIB
Ilustrasi pertanian saat musim kemarau Dok. Humas KementanIlustrasi pertanian saat musim kemarau

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI guna membahas realokasi anggaran belanja Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021.

Dalam rapat yang juga dihadiri jajaran Eselon I Kementan itu, Komisi IV meminta agar realokasi anggaran difokuskan pada program yang mendorong peningkatan produksi pertanian. Hal ini untuk menjamin ketersediaan pangan di tengah adanya pemangkasan anggaran Kementan.

Sebagai informasi, anggaran Kementan dipangkas sebesar Rp 6,33 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, dari semula Rp 21,84 triliun kini menjadi Rp 15,51 triliun.

Baca juga: Dorong Produksi Lokal, Mentan Usulkan Kedelai Masuk Bagian Pangan Strategis

Pemangkasan tersebut sesuai dengan Surat Menkeu Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021 perihal Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2021. Tujuannya untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan vaksinasi nasional.

"Komisi IV meminta agar kegiatan haruslah fokus pada peningkatan produksi dalam rangka pemulihan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan secara nasional," ujar Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP Sudin dalam rapat, Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan, tujuan pelaksanaan refocusing dan realokasi anggaran adalah menyusun rencana kerja dengan lebih mengutamakan kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan produksi di tingkat petani. Sekaligus bertujuan memberikan jaminan ketersediaan pangan bagi masyarakat secara umum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Sudin meminta Kementan agar menyusun rencana kerja tidak sekedar untuk memenuhi angka relokasi anggaran, tapi memangkas kegiatan yang tidak penting dan tidak dapat dilaksanakan pada saat ini. Serta tidak melanjutkan program dan kegiatan yang bermasalah, maupun kegiatan yang risiko kegagalannya tinggi.

"Program dan kebijakan yang dilaksanakan harus tetap berpijak pada rasionalisasi, pragmatis di tingkat lapangan," kata dia.

Ia menambahkan, Komisi IV juga meminta Kementan untuk merealisasikan program pemberian bantuan kepada petani, seperti benih dan alat dan mesin pertanian (alsintan), dilakukan secara akuntabel dengan proses yang transparan dan berdasarkan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

"Dengan prosedur yang lebih sederhana dan kriteria penerima yang lebih fleksibel, namun juga tidak melangggar ketentuan yang sudah berlaku," katanya.

Kementan pun diminta untuk segera memberikan dokumen perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementan kepada Komisi IV untuk bisa diawasi pelaksanaannya.

"Dokumen itu akan jadi acuan kita bersama dalam rangka peningkatan produksi pangan dan komoditas pertanian," pungkas Sudin.

Baca juga: Rapat dengan Kementan, Komisi IV DPR Soroti Realokasi Anggaran dan Proyek Food Estate di Kalteng



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.