Menko Airlangga: Ada Dana Sebesar Rp 133 Triliun yang Siap Mengalir ke LPI

Kompas.com - 08/02/2021, 15:07 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, sejumlah lembaga keuangan internasional sudah menunjukan ketertarikan untuk menempatkan dananya di Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Ia bahkan menyebutkan, lembaga-lembaga tersebut sudah mengirimkan surat minat investasi atau letter of intent (LoI) untuk mengguyur LPI, dengan total potensi dana sebesar 9,5 miliar dollar AS atau setara Rp 133 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS).

"Akumulasi LoI mencapai 9,5 miliar dollar AS," katanya dalam gelaran Indonesia Economic Outlook 2021, Senin (8/2/2021).

Baca juga: LPI Diarahkan untuk Berinvestasi di Infrastruktur Bandara dan Pelabuhan

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, sejumlah lembaga yang telah mengirimkan LoI ialah, nited States International Development Finance Corporation (US DFC), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Caisse de depot et placement du Wuebec (CDBQ)-Canda, dan perusahaan pengelolaan aset asal Belanda yakni APG-Netherland.

Minat dari para lembaga keuangan tersebut selaras dengan iklim investasi nasional yang mulai membaik, setelah hadirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pemerintah pun saat ini tengah memfinalisasi aturan-aturan turunan UU sapu jagat itu, yang terdiri dari 49 Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan 5 Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seluruh regulasi tersebut diharapkan mapu menjadi pedoman pelaksanaan UU Cipta Kerja bagi seluruh stake holders," ujarnya.

Baca juga: Jadi Pintu Gerbang Untuk Tarik Investasi ke RI, Apa Itu LPI?

Selain itu, momentum percepatan pemulihan ekonomi juga dinilai mempengaruhi minat para investor untuk menanamkan modalnya di LPI.

Saat ini, pemerintah tengah melaksanakan berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi, mulai dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 hingga pemberian insentif usaha, sehingga pada tahun ini diharapkan perekonomian mampu kembali tumbuh positif.

"Sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia juga akan pulih pada 2021 dengan rentang 4,5 sampai 5,5 persen," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.