Sektor Properti Sumbang 2,6 Persen Kenaikan IHSG, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 08/02/2021, 16:42 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor properti berhasil menopang kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (8/2/2021).

Melansir data RTI, IHSG menguat 57,13 poin (0,93 persen) pada level 6.208,86.

Sektor properti menyumbang kenaikan 2,6 persen, dilanjutkan dengan sektor mining 1,9 persen, kemudian sektor basic industry 1,3 dan sektor finance sebesar 1,1 persen.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat, Saham-saham Ini Diborong Asing

Sementara sektor consumer mengalami minus 0,5 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menilai, kenaikan sektor properti terdorong oleh beberapa sentimen yakni, stabilitas inflasi di tanah air yang diapresiasi market, serta komitmen pemerintah dalam meningkatkan anggaran infrastruktur.

“Rezim suku bunga rendah membuat sektor properti berpotensi prospektif, market juga mengapresiasi pelaksanaan BP Tapera yang sejauh ini berjalan dengan baik,” jelas Nafan kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Program penyaluran pembiayaan tabungan perumahan rakyat (Tapera) dalam upaya menyalurkan pembiayaan unit rumah segmen MBR pada tahun 2021 ini terus berjalan.

Realisasi pembiayaan bekerja sama dengan Bank BTN dan juga bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Baca juga: IHSG Menguat di Penutupan Sesi I, Saham BBRI dan BBCA Paling Banyak Dibeli Asing

Sentimen positif juga muncul dari penetapan Peraturan Gubernur Nomor 118 Tahun 2020 tentang Izin Pemanfaatan Ruang untuk mempercepat perizinan gedung dan mendorong geliat sektor properti, untuk mendorong pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Dalam aturan ini, Anies menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan dari yang semula 360 hari menjadi 57 hari kerja untuk bangunan umum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.