Mengadopsi Kendaraan Listrik, Belajarlah dari India

Kompas.com - 09/02/2021, 20:00 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.

Faktor impor komponen elektronik walaupun memengaruhi harga jual kendaraan dianggap tidak terlalu penting ketimbang faktor lainnya.

Temuan penelitian tersebut tentu perlu disikapi dengan bijaksana karena kondisi yang berbeda antara dua negara, namun tetap memberikan manfaat.

Minimal memberikan gambaran tentang bagaimana konsumen dan pelaku indutri otomotif India berproses mengadopsi kendaraan listrik

Jalan Indonesia untuk menjadi pemain utama kendaraan listrik dunia memang masih panjang. Walau demikian, langkah pemerintah merintis jalan itu sejak sekarang patut didukung semua pemangku kepentingan.

Jika Indonesia kini bukan pemain utama industri otomotif konvensional, siapa yang bisa menampik jika era kendaraan listrik bisa menjadi panggung bagi Indonesia untuk tampil sejajar dengan negara maju lainnya pada perayaan Indonesia Emas 2045.

 

Franky Selamat
Dosen tetap Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Tarumanagara

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X