KILAS

Peduli Pasien Covid-19, Telkom Hadirkan Layanan Call Center Plasma Konvalesen

Kompas.com - 09/02/2021, 20:03 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (kedua dari kiri) saat memimpin launching program Plasma BUMN Untuk
Indonesia, bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Direktur Utama Pertamina Nicke
Widyawati, Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (tengah belakang), serta beberapa
direksi perusahaan BUMN bertempat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (8/2). DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (kedua dari kiri) saat memimpin launching program Plasma BUMN Untuk Indonesia, bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (tengah belakang), serta beberapa direksi perusahaan BUMN bertempat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (8/2).

KOMPAS.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen mendukung penuh program Plasma Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia yang dicanangkan Menteri BUMN serta Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara mengatakan, hingga saat ini, pemerintah terus mengupayakan berbagai cara untuk menangani Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Untuk itu, Telkom mendukung pemerintah dengan menghadirkan layanan call center 117 ext 5 yang bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Adanya call center 117 ext 5 ini akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam mengenai plasma konvalesen dan mendaftar jika ingin menjadi pendonor,” ungkapnya dalam acara peresmian Plasma BUMN Untuk Indonesia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta (8/2/2021).

Baca juga: Tarik Investor Lewat SWF, Telkom Siapkan Anak Usaha untuk Spin Off

Selanjutnya, mereka akan dipandu hingga proses donor di Unit Donor Darah (UDD) PMI yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Call center yang mulai beroperasi sejak Senin (8/2/2021),ini secara umum berfungsi menerima inbound call dari masyarakat yang ingin mengetahui informasi terkait donor plasma konvalesen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan begitu, program ini akan memudahkan masyarakat yang secara sukarela ingin mendaftarkan diri sebagai pendonor, serta outbound call untuk mencari calon pendonor.

“Diharapkan, program ini dapat mempercepat proses pengumpulan donor plasma konvalesen yang dapat menolong masyarakat yang terdampak Covid-19,” lanjutnya.

Baca juga: Berkat Program #DaurBikinMakmur, Telkom Raih Penghargaan “Honorable Mention”

Edi menambahkan, call center plasma konvalesen memiliki operator dan verifikator yang telah dibekali pelatihan soft skill dari Infomedia selaku anak usaha Telkom dan hard skill dari PMI dan BNPB.

Lokasi call center bertempat di Kantor BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur, yang difasilitasi dengan jaringan internet serta kelengkapan perangkat seperti workstation, personal computer (PC), headset, dan lainnya.

Adapun, program Plasma BUMN Untuk Indonesia merupakan perwujudan dari Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicetuskan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Hadir memimpin launching, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, potensi dan sumber daya BUMN sangat besar dan tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia. Untuk itu, BUMN harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan.

Baca juga: Terapkan Transaksi Tol MLFF, Roatex Hongaria Ajak Jasa Marga dan Telkom

“Maka dari itu, bekerja sama dengan PMI, program ini diluncurkan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19,” ujarnya.

Erick berharap, semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan mau mendonorkan plasmanya untuk sesama.

“Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki,” imbuhnya.

Perlu diketahui, transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 bergejala berat dan kritis.

Program itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian pada pasien Covid-19.

Baca juga: Telkom Siap Dukung Revolusi Digital BPJS Kesehatan

Adapun, syarat pendonor, antara lain penyintas Covid-19 yang sudah negatif dalam kurun waktu 14 hari sampai dengan 3 bulan sejak dinyatakan negatif, berusia 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kilogram, diutamakan pria (bila perempuan belum pernah hamil), tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir, memiliki surat keterangan sembuh dari dokter dan bebas keluhan minimal 14 hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.