Ada Pandemi, Pembiayaan BTPN Syariah 2020 Tumbuh 6 Persen

Kompas.com - 10/02/2021, 10:00 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank BTPN Syariah Tbk membukukan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 855 miliar. Perolehan laba ini menurun dari Rp 1,40 triliun di tahun sebelumnya.

Namun demikian, perseroan masih mampu mencatat penyaluran pembiayaan yang tumbuh hingga akhir Desember 2020. Pembiayaan ini tumbuh 6 persen menjadi Rp 9,5 triliun dibanding periode sebelumnya yang senilai Rp 9 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini juga disertai dengan kualitas pembiayaan yang baik, BTPN Syariah menjaga NPF (Non Performing Financing) di posisi 1.9 persen.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo mengatakan, pembiayaan itu banyak disalurkan ke segmen prasejahtera produktif.

"Kami meyakini dalam melayani segmen prasejahtera produktif yang menjadi fokus BTPN Syariah, langkah berkesinambungan dalam memberdayakan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu menghadapi situasi sulit nasabah seperti di masa pandemi ini," ucap Hadi dalam siaran pers, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Ini Produk Makanan dan Minuman Paling Banyak Dicari di Tokopedia

Menurut Hadi, pembiayaan bisa tumbuh karena upaya yang dijalin secara intensif oleh para bankir pemberdaya alias community officer di lapangan.

Hal ini menumbuhkan kepercayaan yang positif di diri nasabah untuk menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19. Hasilnya, nasabah menjadi adaptif, kreatif, positif dan pantang menyerah dalam menghidupkan kembali maupun menjalankan usahanya.

"Mereka menjadi gigih dan tangguh sehingga roda usahanya bisa kembali dan terus berjalan. Meski, kami menyadari bahwa BTPN Syariah bukanlah satu-satunya yang menjadi faktor penentu pencapaian tersebut," ungkap Hadi.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 9,8 triliun dari Rp 9,4 triliun. Kinerja tersebut membuat total aset perseroan tumbuh 7 persen (YoY) menjadi Rp 16,4 triliun dari Rp 15,4 triliun.

Adapun sampai akhir Desember 2020, Bank masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat di posisi 49.4 persen, jauh di atas rata-rata industri.

Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Grosir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.