Proyeksi BI Dorong Rupiah Menguat Pagi Ini

Kompas.com - 10/02/2021, 10:07 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar AS THINKSTOCKSIlustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot menguat pada pagi ini, Rabu (10/2/2021).

Melansir Bloomberg, rupiah pada pukul 09.19 berada pada level Rp 13.984 per dollar AS atau menguat 0,08 persen (11 poin) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 13.995 per dollar AS.

Penguatan rupiah pagi ini tidak terlepas dari sentimen proyeksi Bank Indonesia yang menyebutkan aliran modal asing ke RI bisa tembus 19,6 miliar dollar AS, tertinggi kedua setelah China.

Baca juga: PNS Bepergian Selama Long Weekend, Siap-siap Kena Sanksi

Proyeksi ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI secara virtual kemarin, Selasa (9/2/2021). Proyeksi ini meningkat dari estimasi sebelumnya, yakni 19,1 miliar dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, seharusnya sentimen tersebut bisa mendorong penguatan rupiah, namun nilai tukar regional terhadap dollar AS pagi ini melemah. Hal ini berpeluang mendorong mata uang garuda ikut melemah.

“Harusnya bisa mendorong penguatan rupiah. Namun, rupiah mungkin bisa berbalik melemah hari ini terhadap dollar AS mengikuti pelemahan nilai tukar regional terhadap dollar AS pagi ini,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston menilai pernyataan Bank Indonesia tersebut juga menjadi sentimen positif, yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi global, termasuk Indonesia.

Baca juga: Boeing Kirim 26 Pesawat, Termasuk 21 Tipe 737 Max

“Pernyataan tersebut seiring dengan potensi pemulihan ekonomi global termasuk Indonesia, pelaku pasar mulai masuk ke aset-aset berisiko untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi,” tegas dia.

Sayangnya, rilis data Indeks Harga Konsumen China yang di bawah estimasi, menjadi pemicu pelemahan mata uang regional. IHK yang turun bisa mengindikasikan pemulihan ekonomi di China belum stabil.

“Ini bisa menekan minat pasar terhadap asset berisiko. Di sisi lain, sentimen stimulus fiskal AS masih bisa menahan pelemahan rupiah hari ini,” tambah dia.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini bisa bergerak pada kisaran Rp 13.980 per dollar AS sampai dengan Rp 14.030 per dollar AS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Ini Jadwal Operasional SiCepat Selama Masa Lebaran 2021

Catat, Ini Jadwal Operasional SiCepat Selama Masa Lebaran 2021

Whats New
Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Whats New
Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X