Erick Thohir: Harga Sewa Pesawat yang Dilakukan Garuda Salah Satu yang Paling Mahal di Dunia

Kompas.com - 10/02/2021, 15:01 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, Garuda Indonesia merupakan salah satu maskapai dengan pengeluaran tertinggi di dunia untuk sewa pesawat.

Atas dasar itu, mantan bos Inter Milan ini menginginkan agar maskapai pelat merah itu melakukan efisiensi biaya. Salah satunya dengan menegoisasikan ulang kontrak kerja sama sewa pesawat dengan para leasing.

“Yang tidak kalah pentingnya dari data-data kita lihat bahwa Garuda itu salah satu perusahaan penerbangan yang leasing-nya paling tinggi di dunia, cost  leasing-nya 27 persen,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Garuda Indonesia Hemat Biaya Produksi hingga Rp 210 Miliar Per Bulan

Erick menambahkan, dirinya tengah berupaya memperbaiki pola bisnis Garuda Indonesia dengan para pihak leasing pesawat. Dia mau ke depannya kerja sama antara Garuda Indonesia dengan pihak leasing saling menguntungkan.

“Nah konsep leasingnya sedang kita perbaiki, supaya untung sama untung, jangan seperti dahulu yang akhirnya kita ditekan, terjadi grey area untuk kolusi,” kata dia.

Pendiri Mahaka Media ini menjelaskan, sewa leasing pesawat Garuda Indonesia lebih mahal dari perusahaan lain dikarenakan ada indikasi kasus korupsinnya. Bahkan, pengadaan pesawat Garuda Indonesia pada 2011 lalu saat ini tengah tersangkut kasus hukum.

“Kalau kita benchmarking Garuda dengan yang lain, itu kita menjadi posisi salah satu yang tertinggi. Karena itu kita pelajari kesalahannya di mana. Tentu kesalahannya ada proses kasus hukumnya, KPK sudah terjun, tapi di luar negeri kasus ini terus di eksplorasi. Jadi landasan hukumnya kuat di sini,” ungkapnya.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk memutuskan akan mengembalikan 12 pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 kepada pihak leasing, yakni Nordict Aviation Capital (NAC).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, keputusan ini diambil setelah melihat adanya dugaan tindak pidana dalam pengadaan pesawat jenis tersebut pada 2011 lalu. Dimana diduga pihak pabrikan memberikan suap kepada pimpinan Garuda Indonesia di masa itu dalam rangka pengadaan pesawat.

Baca juga: Garuda Indonesia Cairkan Dana Rp 1 Triliun, untuk Apa?

“Kami memutuskan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 untuk mengakhiri kontrak kepada Nordict Aviation Capital (NAC) yang memang jatuh temponya 2027,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Selain itu, lanjut Erick, manajemen Garuda Indonesia juga tengah melakukan negoisasi terkait early payment settlement contract financial enam pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 dari Export Development Canada (EDC) yang jatuh tempo pada 2024 mendatang.

“Proses negoisasi ini tentu sudah terjadi berulang-ulang kali antara Garuda dan NAC dan tentu ini niat baik kami. Tapi sayangnya early termination ini belum mendapatkan respons dari mereka. Sementara proses negoisasi dengan EDC masih terus berlangsung,” kata Erick.

Baca juga: Garuda Indonesia Kembalikan 12 Pesawat CRJ1000 ke Leasing



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN TRAVEL KOMPASIANA] Pesona Kawah Ijen | Kiat dan Trik Mendaki Gunung Talamau | Jalan Kaki Menikmati Alam Sentul

[TREN TRAVEL KOMPASIANA] Pesona Kawah Ijen | Kiat dan Trik Mendaki Gunung Talamau | Jalan Kaki Menikmati Alam Sentul

Rilis
Gubernur BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Sudah Single Digit...

Gubernur BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Sudah Single Digit...

Whats New
Berdamai dengan KPPU Australia, Garuda Bayar Denda Rp 241 Miliar

Berdamai dengan KPPU Australia, Garuda Bayar Denda Rp 241 Miliar

Whats New
Kemenkop Minta UMKM Ekspor Rempah dalam Bentuk Bumbu hingga Jamu

Kemenkop Minta UMKM Ekspor Rempah dalam Bentuk Bumbu hingga Jamu

Whats New
Waskita Karya Incar Pendanaan Rp 15,3 Triliun untuk Rampungkan Berbagai proyek

Waskita Karya Incar Pendanaan Rp 15,3 Triliun untuk Rampungkan Berbagai proyek

Whats New
Pegadaian Prediksi Transaksi Gadai Emas Turun jelang Lebaran, Ini Penyebabnya

Pegadaian Prediksi Transaksi Gadai Emas Turun jelang Lebaran, Ini Penyebabnya

Whats New
Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Dorong Penggunaan Produk Logam Ber-SNI

Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Dorong Penggunaan Produk Logam Ber-SNI

Rilis
Masih Ada 8 Cabang yang Beroperasi, Bank Mandiri Tetap Salurkan Kredit di Aceh?

Masih Ada 8 Cabang yang Beroperasi, Bank Mandiri Tetap Salurkan Kredit di Aceh?

Whats New
Indonesia Targetkan Setop Impor BBM dan LPG pada 2030

Indonesia Targetkan Setop Impor BBM dan LPG pada 2030

Whats New
Kena PKPU, Ini Penjelasan Totalindo Eka Persada

Kena PKPU, Ini Penjelasan Totalindo Eka Persada

Whats New
Link Pendaftaran BPUM 2021 Online di Jakarta dan Berbagai Daerah Lain

Link Pendaftaran BPUM 2021 Online di Jakarta dan Berbagai Daerah Lain

Whats New
17.387 Perusahaan Telah Mendaftar Vaksinasi Gotong Royong

17.387 Perusahaan Telah Mendaftar Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Kabar Gembira bagi UMKM Eksportir Pemula, Garuda Bakal Diskon 50 Persen Tarif Kargo

Kabar Gembira bagi UMKM Eksportir Pemula, Garuda Bakal Diskon 50 Persen Tarif Kargo

Smartpreneur
Simak Tiga Strategi Marketing Dalam Menjalankan Usaha di Bulan Ramadan

Simak Tiga Strategi Marketing Dalam Menjalankan Usaha di Bulan Ramadan

Smartpreneur
[KURASI KOMPASIANA] Tantangan bagi 'Anak Bawang' di Tempat Kerja, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

[KURASI KOMPASIANA] Tantangan bagi "Anak Bawang" di Tempat Kerja, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X