Kompas.com - 10/02/2021, 15:40 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, PT Pertamina (Persero) sudah tidak lagi melakukan impor solar. Ini merupakan hasil dari pemanfaatan dalam negeri bahan bakar campuran minyak kelapa sawit dan solar atau biodiesel.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, saat ini Indonesia merupakan negara produsen sekaligus konsumen terbesar biodiesel di dunia.

"Jadi terbesar di produksi sawit, terbesar dalam produksi biodiesel, dan terbesar juga penggunaan biodiesel dalam negeri," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Subsidi Listrik dan Solar Diusulkan Turun Tahun Depan

Dengan tingginya angka penggunaan biodiesel dalam negeri, kebutuhan impor solar pun terus menyusut setiap tahunnya. Bahkan, Dadan menyebutkan, Pertamina sudah tidak lagi melakukan impor solar.

"Tidak terjadi impor minyak solar yang dilakukan Pertamina. Malah Pertamina produksi sendiri untuk keperluan dalam negeri," ujarnya.

Meskipun sampai saat ini jika dilihat dari neraca dagang, Indonesia masih melakukan impor solar, namun hal itu dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas (migas) luar negeri yang ingin menjualnya di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti Shell mengimpor untuk dijual di sini," kata Dadan.

Pemerintah pun saat ini disebut Dadan tengah fokus mengembangkan teknologi pencampuran minyak nabati dengan bensin atau green fuel. Pasalnya, berbeda dengan solar, impor bensin justru terus tumbuh setiap tahunnya.

"Nanti akan ada market baru untuk pemanfaatan sawit dalam negeri selain biodiesel untuk green fuel," ucapnya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu realisasi penyerapan biodiesel mencapai 8,40 juta kilo liter (KL). Angka ini lebih rendah dari alokasi yang ditetapkan sebesar 9,55 juta KL.

Sementara itu, dibandingkan dengan target purchase order (PO), realisasi penyerapan biodiesel tahun 2020 mencapai 90,08 persen dari target PO sebesar 9,33 juta KL.

Baca juga: Tahun 2026, Pertamina Yakin Bisa Ekspor Solar



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.