Erick Thohir Tak Mau Garuda Indonesia “Ditekan” Leasing Pesawat

Kompas.com - 10/02/2021, 16:04 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020). Dokumentasi Kementerian BUMNMenteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Garuda Indonesia telah mencoba bernegosiasi berkali-kali dengan Nordict Aviation Capital (NAC) untuk memutuskan kontrak lebih cepat dalam penyewaan pesawat jenis Bombardier CRJ1000.

Namun, upaya tersebut tak direspons positif oleh pihak NAC. Atas dasar itu, Garuda Indonesia memutuskan untuk memutuskan kontrak secara sepihak dan mengembalikan 12 pesawat CRJ1000 yang sempat dioperasikan maskapai pelat merah tersebut.

“Tapi sayangnya early termination ini belum mendapatkan respons dari mereka. Sementara proses negosiasi dengan EDC masih terus berlangsung,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Garuda Indonesia Rugi Rp 420 Miliar Per Tahun karena Gunakan Pesawat CRJ1000

Erick menambahkan, keputusan itu diambil karena Garuda Indonesia mempunyai landasan yang kuat.

Salah satunya karena pengadaan pesawat tersebut diduga ada unsur korupsinya dan juga biaya sewa pesawat yang dikeluarkan Garuda untuk jenis pesawat itu lebih mahal dari maskapai lainnya.

“Negosiasi kita lakukan, tentu negoisasi yang dicuekin atau hanya bertepuk sebelah tangan, ya kita juga bisa tepuk tangan sendiri, kita ambil posisi. Kami mengembalikan, dan sisanya yang enam kita lakukan (negosiasi) karena kasus hukumnya kuat,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erick menilai seharusnya Indonesia mempunyai pengaruh yang kuat di dunia internasional. Pasalnya, Indonesia mempunyai pasar yang besar.

“Kita punya market, ini yang selalu saya tekankan, kita punya market, mustinya bukan kita yang ditekan orang, kita yang mustinya yang nekan orang, kalau enggak, enggak usah masuk ke market kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku siap menerima konsekuensi dari pemutusan kontrak sewa pesawat secara sepihak ini.

“Kami tentunya manajemen menyadari sekali bahwa ini pemberhentian secara sepihak ini mungkin akan menimbulkan konsekuensi terpisah. Namun demikian secara profesional kami menyatakan ke Pak Menteri dan pihak lain bahwa kami siap menangani konsekuensi tersebut secara profesional,” kata Irfan.

Baca juga: Erick Thohir: Harga Sewa Pesawat yang Dilakukan Garuda Salah Satu yang Paling Mahal di Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.