Erick Thohir Minta Garuda Tak Asal-asalan Lagi dalam Menyewa Pesawat

Kompas.com - 10/02/2021, 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak mau lagi Garuda Indonesia asal dalam membeli atau menyewa pesawat.

Dia menginginkan maskapai pelat merah itu dalam membeli pesawat harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Mapping penyewaan pesawat harus berubah, karena itu kita juga lihat, langsung kepada Airbus, Boeing, siapa yang terbaik untuk kita nantinya,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Garuda Indonesia Rugi Rp 420 Miliar Per Tahun karena Gunakan Pesawat CRJ1000

Mantan bos Inter Milan itu juga tak mau Garuda Indonesia hanya membeli pesawat dari pabrikan tertentu saja. Dalam pembelian tersebut harus dipertimbangkan secara matang demi keberlangsungan perusahaan.

“Kita enggak mau misalnya dikotomi hanya Airbus, atau Boeing. Tapi kita akah lihat strategi besar dari Airbus dan Boeing mana yang lebih baik untuk Garuda. Sesuai dengan strategi Garuda. Jadi bukan lagi asal beli, asal sewa,” kata dia.

Oleh karena itu, kata Erick, Kementerian BUMN siap mengawal Garuda Indonesia untuk bernegosiasi langsung dengan pabrikan pesawat. Hal ini dikakukan demi mencegah ada praktik percaloan.

“Ini komitmen dari direksi, Komisaris dan kementerian kami. Kami tidak segan-segan mengawal tim Garuda terbang langsung ke AS negoisasi dengan Boeing atau dengan Airbus, supaya kita juga mengurangi adanya middle man, kita langsung saja transaksi dengan produsen pesawat yang hari ini juga kesulitan,” ungkapnya.

Pendiri Mahaka Media itu menginginkan dalam negoisasi pembelian atau penyewaan pesawat harus saling menguntungkan.

“Kita punya market, ini yang selalu saya tekankan, kita punya market, mestinya bukan kita yang ditekan orang, kita yang mustinya yang nekan orang, kalau enggak, enggak usah masuk ke market kita,” ucap dia.

Baca juga: Erick Thohir Tak Mau Garuda Indonesia “Ditekan” Leasing Pesawat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.