Studi Lazada: 87 Persen UMKM di Indonesia Belum Terdigitalisasi

Kompas.com - 10/02/2021, 17:37 WIB
Ilustrasi Belanja Online SHUTTERSTOCK/STOKKETEIlustrasi Belanja Online

JAKARTA, KOMPAS.com - Lazada melalui studinya mencatatkan ada sebanyak 87 persen UMKM di Indonesia belum terdigitalisasi.

Lebih dari separuhnya, yaitu 65 persen UMKM kategori ini merasa logistik menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan usaha mereka.

Sementara itu, ada sebanyak 92 persen dari UMKM yang telah terdigitalisasi dan menggunakan platform e-commerce sepakat, e-commerce sangat membantu kebutuhan logistik mereka.

Baca juga: Sektor Tambang Makin Kinclong, Saham Andalan Kaesang Melesat 7,3 Persen

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono mengatakan, studi yang berjudul Percepatan Ekonomi Digital Indonesia Melalui E-commerce ini dilaksanakan dengan dukungan dari YCP Solidiance, konsultan manajemen ternama di Asia.

Studi bertujuan untuk menjalankan misi untuk mendukung pemerintah Indonesia memberdayakan bisnis dan individu, dalam menjalankan transformasi digital dan bertumbuh dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.

"Misi Lazada adalah untuk mempercepat kemajuan ekonomi di Asia Tenggara melalui e-commerce dan teknologi. Hasil studi ini membantu kami memahami dukungan apa yang dapat kami lakukan untuk mendorong bisnis, khususnya UMKM, bertransformasi menuju penerapan ekonomi digital melalui dukungan teknologi canggih seperti solusi logistik yang holistik, pemberdayaan data, serta ekosistem eCommerce yang kami miliki," ujar Monika dalam siaran pers, Rabu (10/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, studi ini menunjukkan digitalisasi melalui e-commerce mendorong inklusi digital UMKM melalui penyediaan akses ke berbagai fitur digital.

Baca juga: Erick Thohir Minta Garuda Tak Asal-asalan Lagi dalam Menyewa Pesawat

Saat ini, kemudahan akses digital pada e-commerce, baru dinikmati 13 persen UMKM di Indonesia.

Selain merasakan sistem logistik yang efektif, 94 persen dari UMKM yang telah terdigitalisasi ini juga merasakan manfaat program marketing dari e-commerce.

Kemudahan bisnis melalui e-commerce juga dirasakan dari sisi teknologi, inovasi produk, akses pendanaan, infrastruktur dan kapabilitas SDM, hingga manajemen pelanggan dan akses pasar.

Dalam studi ini, diungkapkan juga, ada lima kategori terpopuler di platform e-commerce, yaitu fesyen, elektronik, produk kecantikan dan perawatan diri, mainan dan hobi, serta furnitur.

Sebagai tambahan, studi Lazada ini dilakukan pada kuartal IV/ 2020 dengan melibatkan perusahaan dan UMKM yang sudah terdigitalisasi dan yang sudah menggunakan platform e-commerce sebagai salah satu strategi bisnisnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Renovasi Rumah Subsidi | Kiat agar Tidak Kehilangan Uang Saat Bepergian | Menumbuhkan Budaya 'Segera Mencuci'

[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Renovasi Rumah Subsidi | Kiat agar Tidak Kehilangan Uang Saat Bepergian | Menumbuhkan Budaya "Segera Mencuci"

Rilis
IHSG Bergerak Zona Hijau di Sesi Pembukaan, Rupiah Betah Melemah

IHSG Bergerak Zona Hijau di Sesi Pembukaan, Rupiah Betah Melemah

Whats New
Sederet Fakta Garuda Indonesia Dilarang Terbang ke Hong Kong

Sederet Fakta Garuda Indonesia Dilarang Terbang ke Hong Kong

Whats New
Berikut Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Berikut Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Whats New
Biaya dan Syarat Membuat SKCK Terbaru di 2021

Biaya dan Syarat Membuat SKCK Terbaru di 2021

Work Smart
Ini Komentar Analis soal IPO Bukalapak

Ini Komentar Analis soal IPO Bukalapak

Whats New
Naik Rp 2.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 2.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
BPK Minta BP Jamsostek Lepas Saham-saham Ini

BPK Minta BP Jamsostek Lepas Saham-saham Ini

Whats New
Bagaimana Cara Cek Tagihan Listrik PLN?

Bagaimana Cara Cek Tagihan Listrik PLN?

Work Smart
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Ini Penjelasan Kemenkop UKM Terkait Temuan BPK Terkait BPUM yang Tak Tepat Sasaran

Ini Penjelasan Kemenkop UKM Terkait Temuan BPK Terkait BPUM yang Tak Tepat Sasaran

Rilis
BRI Agro Buka Banyak Lowongan untuk S1, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

BRI Agro Buka Banyak Lowongan untuk S1, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

Work Smart
Ingin Kerja di Lembaga Internasional? UNDP Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2 Indonesia

Ingin Kerja di Lembaga Internasional? UNDP Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2 Indonesia

Work Smart
[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

Whats New
Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani hingga Akhir Tahun

Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani hingga Akhir Tahun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X