OJK: Ada 6 Bank Syariah Bermodal Inti di Bawah Rp 2 Triliun

Kompas.com - 10/02/2021, 18:01 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan sambutan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 ( Instagram OJK @ojkindonesia) Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan sambutan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 ( Instagram OJK @ojkindonesia)

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan masih ada enam bank syariah dengan modal inti di bawah Rp 2 triliun per akhir Desember 2020.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, permodalan yang belum kuat itu membuat kemampuan bank syariah tertinggal dengan bank konvensional, salah satunya dalam menginisiasi produk keuangan syariah.

"Dibanding dengan total bank, produk keuangan masih kecil. Permodalan terbatas di mana masih terdapat 6 bank syariah yang memiliki modal inti di bawah Rp 2 triliun dari total 14 bank umum syariah per Desember 2020," kata Wimboh dalam Webinar Perbankan Syariah secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Pesan Bos OJK ke BSI: Jangan Lupakan UMKM Mikro di Daerah

Padahal, menurut Wimboh, permodalan amat penting untuk keberlangsungan bisnis bank.

Tak ayal, pangsa pasar perbankan syariah yang ditargetkan mencapai 20 persen tak kunjung terwujud.

Hingga kini, market share perbankan syariah baru sekitar 9,9 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini mempengaruhi tingkat literasi dan inklusi keuangan produk keuangan syariah.

Berdasarkan data OJK, literasi keuangan syariah baru 8,93 persen. Angkanya jauh dibanding literasi keuangan nasional sebesar 38,03 persen.

Baca juga: OJK: Bank Siap Salurkan Kredit Bersuku Bunga Murah

Begitupun dengan tingkat inklusi keuangan. Inklusi keuangan syariah baru mencapai 9,1 persen, berbanding jauh dengan tingkat inklusi nasional sebesar 76,19 persen.

"Dan ini (inklusi dan literasi keuangan nasional) terus berkembang. Sehingga percepatan perkembangan syariah jauh tertinggal dengan pengembangan yang konvensional. Kita tahu bahwa size permodalan sangat penting untuk mendukung inovasi produk dan efisiensi operasional keuangan syariah," ungkap Wimboh.

Untuk itu dalam beberapa kesempatan Wimboh menyarankan bank-bank syariah melakukan konsolidasi.

Selain meningkatkan modal inti, bank syariah tersebut mampu menyaingi Bank Syariah Indonesia sehingga terjadi persaingan yang sehat.

"Kalau itu bisa dilakukan, otomatis market share (pangsa pasar) bank syariah akan mendominasi," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.