Ini Langkah Erick Thohir Selamatkan Garuda Indonesia dari Jurang Kerugian

Kompas.com - 11/02/2021, 07:04 WIB
Garuda Indonesia

KOMPAS/HERU SRI KUMOROGaruda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus melakukan pembenahan di tubuh maskapai Garuda Indonesia. Tujuannya, agar maskapai nasional itu tak bernasib sama seperti Merpati Airlines yang kini tak bisa lagi mengudara.

Salah satu caranya dengan melakukan sejumlah efisiensi dalam operasionalnya. Teranyar, adik Boy Thohir itu meminta Garuda Indonesia memulangkan lebih cepat 12 pesawat jenis Bombardier CRJ1000 kepada pihak leasing.

Padahal, perjanjian kontrak sewa pesawat itu baru akan berakhir di 2027. Artinya, Erick memutuskan mengakhiri kontrak sewa pesawat tersebut 6 tahun lebih cepat.

Baca juga: Aroma Suap dalam Kontrak 12 Pesawat Bombardier yang Rugikan Garuda

Bukannya tanpa alasan Erick melakukan hal tersebut. Dia mengaku mempunyai landasan kuat untuk memutus kontrak sewa pesawat itu secara sepihak dari Nordic Aviation Capital (NAC).

Keputusan itu diambil setelah melihat hasil dari pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.

Selain itu, keputusan mengakhiri kontrak sewa pesawat itu juga untuk efisiensi biaya. Sebab, Garuda Indonesia tercatat sebagai maskapai yang paling banyak merogoh kocek untuk urusan leasing pesawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang tidak kalah pentingnya dari data-data kita lihat bahwa Garuda itu salah satu perusahaan penerbangan yang leasing-nya paling tinggi di dunia, cost leasing-nya 27 persen,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Tidak Gegabah Beli Pesawat

Atas dasar itu, Erick ingin ke depannya Garuda Indonesia tak gegabah dalam membeli atau menyewa pesawat. Dia menginginkan maskapai pelat merah itu dalam memilih pesawat harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca juga: Pesan OJK ke Dirut BSI: Semua Produk Keuangan Konvesional Harus Ada dan Lebih Murah

“Kita enggak mau misalnya dikotomi hanya Airbus, atau Boeing. Tapi kita akah lihat strategi besar dari Airbus dan Boeing mana yang lebih baik untuk Garuda. Sesuai dengan strategi Garuda. Jadi bukan lagi asal beli, asal sewa,” kata dia.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN akan mengawal Garuda Indonesia untuk bernegosiasi langsung dengan pabrikan pesawat. Hal ini dikakukan untuk mencegah ada praktik percaloan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.