Libur Panjang, Kadin Imbau Karyawan Swasta Tunda Perjalanan Jauh

Kompas.com - 11/02/2021, 10:36 WIB
Suasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISuasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengimbau perusahaan swasta mengeluarkan edaran soal perjalanan jauh saat libur panjang 11-14 Februari 2021.

Edaran tersebut berisi imbauan penundaan bepergian ke luar kota atau melakukan perjalanan jauh karyawan maupun keluarga karyawan.

"Kami mengimbau para pekerja untuk dapat menunda perjalanan jauh di masa peningkatan kasus positif Covid-19 seperti sekarang ini," kata Rosan dalam siaran pers, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Jika Terpaksa Keluar Kota Selama Long Weekend, PNS Wajib Kantongi Surat Izin dari Pimpinan

Rosan menuturkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan asosiasi-asosiasi bisnis agar imbauan ini dapat diteruskan pada perusahaan-perusahaan anggotanya, juga pada Kadin di tingkat daerah.

Sebab, tingkat penularan masih tinggi yang ditandai dengan penambahan kasus aktif Covid-19 di tingkat nasional.

Adapun bagi karyawan yang terpaksa melakukan perjalanan jauh, wajib menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami harap semua pihak dapat melakukan pembatasan terhadap perjalanan jarak jauh, setiap individu harus bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing dan keluarga," imbau Rosan.

Pihaknya pun mengapresiasi Tim Satgas yang telah mengeluarkan aturan ketentuan perjalanan baik darat, laut dan udara.

"Kami apresiasi kepada pihak yang terus melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi sampai sejauh ini. Sehingga perjalanan itu tetap bisa dilakukan namun tetap dengan penerapan aturan yang sudah jelas, kami harapkan aturan-aturan tersebut dapat dipatuhi secara seksama oleh setiap individu," pungkasnya.

Sebagai informasi, sejak 9 Februari 2021 pemerintah telah mengeluarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) skala mikro atau PPKM mikro.

Pembatasan dilakukan setelah PPKM dua jilid di wilayah Jawa dan Bali tidak efektif menekan laju penyebaran Covid-19.

Baca juga: Rupiah Melemah Menyambut Libur Panjang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.