Kompas.com - 11/02/2021, 13:29 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah meluncurkan produk Non-Display dan IDX Data Reference pada awal Januari 2021, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meluncurkan produk data terbaru, yakni seri baru produk End of Day atau disebut juga dengan IDX Equity Data EoD.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, IDX Equity Data EoD diluncurkan untuk memenuhi tingginya animo pasar akan kebutuhan data BEI.

“Ini merupakan Lisensi yang diberikan oleh BEI untuk menggunakan sistem BEI berisi data penutupan perdagangan yang didistribusikan setiap akhir perdagangan pada suatu Hari Bursa,” kata Yulianto dalam siaran pers, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Bergerak Liar, 3 Saham Ini Dipantau BEI

Yulianto mengatakan, IDX Equity Data EoD yang telah lama digunakan oleh Penerima Lisensi, kini BEI melakukan diversifikasi produk IDX Equity.

Adapun Data EoD terbagi menjadi beberapa seri produk baru, pertama, IDX Equity EoD Professional yang berisi data perdagangan saham terkait Previous, High, Low, Close, Change, Volume, Value, Frequency, Weight, Best Bid, Best Offer di semua Papan Perdagangan Bursa.

Kedua, IDX Equity EoD Basic yang berisi konten data yang terdiri Previous, Close, Change, Volume, Value dan Frequency.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, IDX Equity EoD Indices¸yang berisi data indeks BEI yang terdiri dari Previous, High, Low Close, Change, Volume, Value, Frequency, Market Capitulation.

Keempat, IDX Equity EoD Indices Weight yang berisi data bobot indeks yang terdiri dari Shares for Indices, Last Price, Market Capitulation, dan Weight.

Baca juga: Sepekan Melantai dan Harga Melonjak Drastis, Saham BANK Dipantau BEI

Kelima, IDX Equity EoD Recapitulation yang berisi data Ringkasan Perdagangan yang terdiri dari Trading Recapitulation Volume, Volume Foreign Buy, Volume Foreign Sell, Value Foreign Buy, Value Foreign Sell, Volume Domestic Buy, Volume Domestic Sell, Value Domestic Buy, Value Domestic Sell.

Yulianto menambahkan, peluncuran produk ini merupakan upaya BEI untuk mendukung pengembangan bisnis bagi Penerima Lisensi (lokal dan asing), Financial Application Developer, Fintech Startups, Bank Kustodi, Perusahaan Tercatat (Listed Companies), analis pasar, penasihat keuangan, institusi riset, Anggota Bursa, Bank, Manajer Investasi, serta seluruh stakeholders pasar modal di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudah, Cara Gadai BPKB Kendaraan di Pegadaian

Mudah, Cara Gadai BPKB Kendaraan di Pegadaian

Whats New
Pemerintah Harus Waspadai Kenaikan Harga Komoditas yang Bisa Pengaruhi Kinerja Ekspor

Pemerintah Harus Waspadai Kenaikan Harga Komoditas yang Bisa Pengaruhi Kinerja Ekspor

Whats New
Cara Bayar Pajak Online Via E-Billing

Cara Bayar Pajak Online Via E-Billing

Whats New
8 BUMN Dapat PMN Rp 35,13 Triliun, Tertinggi IFG dan Hutama Karya

8 BUMN Dapat PMN Rp 35,13 Triliun, Tertinggi IFG dan Hutama Karya

Whats New
Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Whats New
Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.