Mentan Sebut NTT Punya Potensi Jadi Kawasan Food Estate

Kompas.com - 11/02/2021, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi untuk menjadi kawasan lumbung pangan atau food estate.

Oleh sebab itu, pemerintah saat ini tengah menyiapkan pengembangan program Food Estate Rotiklot yang terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT.

Menurutnya, manfaat membangun kawasan food estate dalam skala luas di kawasan tersebut merupakan pengintegrasian proses laju pertanian dari hulu sampai dengan ke hilir.

Provinsi NTT dinilai memiliki potensi alam yang luar biasa dan peluang tersebut harus dikembangkan dalam membangun sektor pertanian.

"Kabupaten Belu diharapkan dapat menjadi daerah model percontohan di Indonesia dalam upaya pengembangan ketahanan pangan berskala besar di wilayah Timur," ujar Syahrul saat meninjau kawasan Food Estate Rotiklot seperti dikutip dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Impor Karpet dari China, Turki, dan Jepang Dikenakan Safeguard

Syahrul mengungkapkan, pihaknya mendorong pengembangan pola food estate dengan memberikan bantuan sarana produksi, serta alat pra panen dan pasca panen guna meningkatkan produktivitas.

Selain itu, juga mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), serta pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster.

"Kita perbaiki varietas benih dan tata kelola irigasinya, sampai dengan bagaimana pasca panennya juga tertangani dengan baik," kata dia.

Ia bilang, pengembangan food estate tersebut sedang dalam pembahasan pihak Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Sehingga kedepannya NTT diharapkan bisa memperkuat pembangunan pertanian nasional.

Wakil Bupati Belu, Ose Luan menambahkan, luas Desa Fatuketi yang berlokasi di Kecamatan Kakuluk Mesak mencapai 5.080 hektar dengan potensi lahan food estate seluas 380 hektar.

Baca juga: Ini Penjelasan Tokopedia Terkait Pembaruan Kebijakan Privasi

Rencananya pada musim tanam I (MT I) komoditi yang akan yang dikembangkan adalah padi dengan luas tanam 350 hektar, sedangkan pada MT II adalah komoditas palawija dengan luas tanam 200 hektar.

Selain pengembangan komoditas tanaman pangan, direncanakan juga pengembangan komoditas hortikultura seluas 25 hektar dan perkebunan sebanyak 50 hektar.

Ia menambahkan, saat ini Kabupaten Belu memiliki bendungan Rotiklot. Namun untuk pengembangan kawasan lumbung pangan baru, maka perlu dibangun sistem irigasi sekunder dan tersier untuk mengairi lahan tersebut.

"Mata pencarian masyarakat Belu utamanya pertanian. Belu memiliki musim kering lebih lama dari pada musim hujan, sehingga kabupaten Belu harus membendung semua sungai disini sebagai sumber air untuk sawah petani," jelas Ose.

Baca juga: Masuk Program JKP, Ini Manfaat yang Akan Diterima Pekerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Whats New
Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Whats New
Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Whats New
Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Whats New
Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Whats New
Masyarakat Sebut Pertalite 'Harga Baru' Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Masyarakat Sebut Pertalite "Harga Baru" Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Whats New
Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Whats New
Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Whats New
Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Whats New
Bukan Nagita Slavina, Ini Pemilik Esteh Indonesia yang Layangkan Somasi ke Konsumennya

Bukan Nagita Slavina, Ini Pemilik Esteh Indonesia yang Layangkan Somasi ke Konsumennya

Whats New
BSU Tahap 3 Hari Ini Cair, Simak Cara Cek Status Penyalurannya

BSU Tahap 3 Hari Ini Cair, Simak Cara Cek Status Penyalurannya

Whats New
 Bank BTPN Gandeng Microsoft untuk Atasi Kesenjangan di Bidang Teknologi Informasi

Bank BTPN Gandeng Microsoft untuk Atasi Kesenjangan di Bidang Teknologi Informasi

Whats New
PT KAI Optimistis Kereta Panoramic Meluncur Tahun Ini

PT KAI Optimistis Kereta Panoramic Meluncur Tahun Ini

Whats New
Bahlil Sebut Tak Semua Negara Ingin Negara Berkembang Jadi Negara Maju

Bahlil Sebut Tak Semua Negara Ingin Negara Berkembang Jadi Negara Maju

Whats New
Ekonomi Digital RI 2030 'Diramal' Capai Rp 4.531 Triliun, Jokowi: Ada Peluang Besar Pengembangan 'Startup' Pangan

Ekonomi Digital RI 2030 "Diramal" Capai Rp 4.531 Triliun, Jokowi: Ada Peluang Besar Pengembangan "Startup" Pangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.