Kompas.com - 12/02/2021, 13:38 WIB
Ilustrasi Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.comBursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan paling cepat kuartal pertama tahun 2021, tiga perusahaan teknologi bakal melantai di bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan data BEI tanggal 11 Februari 2021, terdapat 25 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham di BEI (pipeline) dengan tiga di antaranya merupakan perusahaan dari sektor teknologi.

“Apabila semua proses berjalan sesuai rencana, tiga perusahaan tersebut diperkirakan dapat tercatat di bursa paling cepat pada kuartal pertama tahun 2021 ini,” kata Nyoman dalam pesan singkat kepada wartawan, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Saatnya untuk Diversifikasi Investasi ke Reksadana Saham?

Nyoman mengatakan, saat ini terdapat 20 perusahaan dari sektor teknologi yang mencatatkan sahamnya di BEI.

Berdasarkan data per 5 Februari 2021 secara year to date indeks IDXTECHNO (merupakan indeks saham-saham di sektor technologi) merupakan indeks dengan kinerja pertumbuhan terbaik dibandingkan IHSG dan indeks sektoral lainnya.

“IDXTECHNO secara YTD tumbuh 108,74 persen, sedangkan IHSG tumbuh 2,89 persen. Hal ini mencerminkan, investor menyambut baik dan mengapresiasi perusahaan-perusahaan dari sektor teknologi yang saat ini sudah tercatat di BEI,” ujar Nyoman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nyoman menyambut baik perusahaan yang akan IPO di bursa, termasuk juga dengan perusahaan dengan valuasi atau kapitalisasi pasar 1 miliar dollar AS atau perusahaan unicorn.

Tidak hanya bagi perusahaan yang berada di Jakarta saja, tapi juga di seluruh Indonesia karena bursa memiliki Kantor Perwakilan di daerah yang siap mendampingi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan informasi mengenai IPO di seluruh Indonesia.

Nyoman menyebut, bursa membuka pintu diskusi selebar–lebarnya apabila dibutuhkan pendampingan atau informasi mengenai proses IPO dan pencatatan efek di Indonesia.

“Terkait dengan informasi tersebut, kami tentunya senantiasa menyambut baik perusahaan teknologi maupun perusahaan dari sektor lain yang memiliki rencana untuk melakukan IPO dan menjadi perusahaan tercatat di BEI sehingga BEI bersama dengan seluruh perusahaan tercatat yang ada di dalamnya dapat tumbuh bersama dan turut andil dalam memajukan perekonomian Indonesia,” ungkap dia.

Baca juga: Sektor Tambang Makin Kinclong, Saham Andalan Kaesang Melesat 7,3 Persen



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.