Kompas.com - 14/02/2021, 13:10 WIB
Ilustrasi piutang freepik.com/vectorjuiceIlustrasi piutang


JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pertimbangan memang harus dipikirkan sebelum mengajukan kredit ke bank. Namun, pertimbangan itu rupanya kerap berlandaskan pada salah sangka.

Salah sangka ini kerap membuat kita ragu untuk memutuskan akan meminjam uang ke bank. Pasalnya, anggapan negatif soal pinjam uang di bank rupanya tak hanya hinggap di benak satu sampai dua orang saja.

Banyak orang masih punya anggapan serupa yang ternyata hanya salah sangka. Padahal anggapan-anggapan negatif ini tak sepenuhnya bener lho.

Alasannya, karena bank adalah lembaga keuangan yang legal dan sudah memiliki aturan-aturan yang memudahkan proses pinjaman ke masyarakat. Karena itu, kamu perlu baca dulu beberapa anggapan yang salah soal cara meminjam uang di bank.

Baca juga: Ada Kuota 57 Juta Orang, Ini Cara Dapat Pinjaman Tanpa Agunan di BRI

Jangan sampai perencanaan keuangan kita terhambat oleh pikiran yang berdasarkan salah sangka. Alih-alih kebutuhan terpenuhi, kamu malah bisa terjebak rentenir.

Dikutip dari benefits.bankmandiri.co.id, berikut 5 salah sangka tersebut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Harus punya rekening yang sama di bank pemberi pinjaman

Salah satu salah sangka yang sering muncul adalah kamu hanya bisa melakukan pinjaman apabila sebelumnya sudah memiliki rekening di bank pemberi pinjaman tersebut. Ini nih anggapan salah yang paling sering muncul soal pinjam uang di bank.

Banyak yang mengira kalau mau pinjam uang di bank A, otomatis si peminjam sebelumnya harus punya rekening tabungan di bank A. Jika kamu masih berpikir demikian, maka kamu sudah salah sangka.

Untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari suatu bank, kita tidak harus punya rekening di bank tersebut sebelumnya. Hanya saja, memang nantinya pinjaman disetor ke rekening bank pemberi pinjaman, yang bisa dibuka dengan mudah begitu pinjaman disetujui.

2. Bunga tinggi

Pinjaman pasti disertai dengan bunga, ini berlaku di semua bank. Sebelum menyimpulkan biaya bunga pinjaman itu tinggi atau tidak, bandingkan dulu tiap produk dari tiap bank agar memperoleh pinjaman yang paling sesuai kemampuan keuanganmu.

Yang jelas, bunga bank lebih cenderung mematuhi ketentuan yang berlaku jika dibandingkan bunga pinjaman rentenir.

Baca juga: Daftar 149 Pinjaman Online yang Kantongi Izin OJK

3. Proses yang sulit dan lama

Pinjam uang di bank itu gak ribet kok! Cuma memang ada prosedur alias proses yang harus dilalui. Ya iya dong. Coba kalau kamu yang mau minjemin uang ke orang asing. Emang kamu gak bakal nanya-nanya dulu ke orang yang mau pinjam soal latar belakangnya?

Setiap calon peminjam wajib mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan sebagai bentuk seleksi. Pihak bank gak mau ambil risiko dong dengan sembarangan meminjamkan uang. Kalau gagal bayar gimana?

Sedari dulu kalau yang mau pinjam uang di bank itu bukan cuma kamu, wajar kalau prosesnya terkesan lama. Normalnya untuk fasilitas pinjaman tergantung dari kebijakan masing-masing bank. Biasanya proses yang berlaku sekitar 7-14 hari kerja.

4. Syarat yang ribet

Orang Indonesia memang suka yang instan. Berpikir kalau menyiapkan dokumen ini-itu adalah sesuatu yang ribet dan merepotkan. Kalau meminjam duit di bank dibilang ribet, enggak juga kok. Tinggal pola pikirnya saja yang perlu diluruskan.

Lihat dulu jenis pinjamannya. Semisal, kredit tanpa agunan (KTA). Persyaratan untuk mendapatkannya pasti lebih mudah dibandingkan dengan kredit beragunan yang harus menggunakan aset sebagai jaminan. Jadi pelajari dulu jenis pinjamannya dan pahami prosesnya. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Baca juga: Kredit sampai Rp 350 Juta Bunga 0,66 Persen untuk Pensiunan, Cek di Sini

5. Jika telat bayar langsung didatangi debt collector

Bagi nasabah kredit, debt collector bisa diibaratkan kayak Dementor di film Harry Potter. Tapi jangan takut dulu ya. Debt collector itu gak akan langsung datang seenak jidat kalau cuma terlambat sehari dua hari. Ada aturan mainnya kok.

Pihak bank akan menelepon saat kamu terlambat bayar cicilan utang. Nah, saat kamu sudah terlalu lama nunggak cicilan dan sudah mendapat peringatan berkali-kali dari bank, barulah para algojo ini bertindak. Apalagi kalau kamu udah gak merespon peringatan dari bank itu.

Kalau cicilan lancar dan kamu kooperatif saat telat bayar cicilan, gak usah khawatir deh didatengin Debt Collector. Bank itu bukan lintah darat kok, semua ada prosedurnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.