Setelah 2020 Minus 5,4 Persen, Singapura Proyeksi Ekonomi Naik hingga 6 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 15/02/2021, 10:40 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4-6 persen untuk tahun 2021 setelah mengalami kontraksi sepanjang tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Proyeksi ini sejajar dengan ekpektasi negara-negara Asia Tenggara yang diperkirakan tumbuh 4-7 persen.

Mengutip Nikkei Asia, Senin (15/2/2021), badan statistik setempat melaporkan negara itu mengalami kontraksi -5,4 persen sepanjang tahun 2020. Di kuartal IV 2020, ekonominya menyusut -2,4 persen.

Baca juga: Ekonomi Sulawesi, Maluku, dan Papua Masih Tumbuh Saat Perekonomian RI Minus, Kok Bisa?

Untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, Singapura berencana mengendalikan Covid-19 dengan memvaksinasi semua orang dewasa yang dimulai pada September lalu. Hal itu membuat ekonomi perlahan-lahan pulih.

Adapun saat ini sudah ada tanda-tanda positif terjadinya pemulihan ekonomi. Tercatat ada kenaikan ekspor baru-baru ini meski masih diberlakukannya pembatasan perjalanan di tiap-tiap hub.

"Karena perkembangan positif ekonomi eksternal utama secara luas mengimbangi yang negatif, prospek permintaan eksternal Singapura sebagian besar tetap serupa dibandingkan dengan tiga bulan lalu," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Prospek Singapura bisa dibilang merupakan mikrokosmos dari sebuah kawasan yang berusaha mendapatkan kembali momentum pertumbuhan seperti tahun 2019.

Meskipun peningkatan ekspor barang konsumen merupakan titik terang, peluncuran vaksin yang berhasil sangat penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi termasuk pariwisata, sebagai industri intinya negara Asia Tenggara.

Selain Singapura, beberapa negara Asia Tenggara lainnya sudah mengumumkan proyeksi ekonomi. Meski semua optimistis akan tumbuh, kesuksesan vaksinasi menjadi persyaratan utama menjadi perhatian.

Indonesia misalnya, memproyeksi ekonomi tumbuh antara 4,5 persen hingga 5,5 persen tahun ini, setelah mengalami penurunan 2,1 persen pada tahun 2020. Sejak bulan Januari, Indonesia sudah memulai vaksinasi besar-besaran yang rencananya akan diberikan kepada 181 juta orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X