Mobil Baru Akan Bebas Pajak, Bakal Berseberangan dengan Kampanye Penggunaan Transportasi Umum?

Kompas.com - 15/02/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk menerapkan insentif diskon tarif PPnBM terhadap kendaraan bermotor segmen di bawah 1.500 cc dengan kategori sedan dan 4x2.

Kebijakan yang akan mulai diterapkan Maret mendatang ini, diyakini akan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli mobil baru.

Merespon hal tersebut, Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah daerah (pemda) perlu menerapkan kebijakan yang bersifat mengendalikan pergerakan kendaraan pribadi.

Sebab apabila tidak dilakukan, peningkatan jumlah kendaraan pribadi dapat bertabrakan dengan kampanye penggunaan transportasi umum.

Baca juga: Beli Mobil Baru Bebas Pajak, Penjual Mobil Seken Meringis

"Pemda harus mau melakukan pembatasan gerak mobilitas kendaraan pribadi itu dan menyelenggarakan layanan angkutan umum yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," katanya kepada Kompas.com, Senin (15/2/2021).

"Masalahnya tidak banyak kepala daerah yang paham ini," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Djoko, masyarakat memiliki hak untuk membeli kendaraan baru dengan diterapkannya kebijakan diskon PPnBM.

Pada saat bersamaan, pemerintah dinilai harus mengeluarkan kebijakan yang sifatnya adaptif, guna tetap mendukung kampanye penggunaan transportasi umum.

Namun Djoko menyebutkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memiliki otoritas terhadap operasional transportasi tidak berani untuk mengeluarkan kebijakan yang bersifat adaptif.

"Kemenhub kurang berani beradaptasi dengan sikap Kemenperin (Kementerian Perindustrian)," ujarnya.

Baca juga: Pajak Mobil Baru 0 Persen Berlaku 3 Bulan, Enam Bulan Berikutnya Didiskon

Penambahan anggaran program Buy The Service (BTS) disebut Djoko sebagai salah satu langkah yang dapat dilakukan Kemenhub untuk merespon insentif diskon PPnBM mobil baru.

"Jangan kalah sama kereta api yang (anggarannya) hingga Rp 3,4 triliun), (anggaran) BTS baru sekitar Rp 500 miliar," ucapnya.

Sebagai informasi, diskon pajak kendaraan dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021 agar memberikan dampak yang optimal. Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.