Pajak Mobil Baru 0 Persen Diberlakukan, Ini Komentar Multifinance

Kompas.com - 15/02/2021, 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna menggaraihkan sektor otomotif, pemerintah Indonesia memberikan insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) PPnBM mobil.

Potongan pajak itu akan berlangsung selama sembilan bulan mulai Maret 2021. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap dan tiap tahap berlaku selama tiga bulan.

Pembebasan PPnBM akan diberikan pada tahap pertama. Kemudian, tahap kedua diskon insentif PPnBM diberikan sebesar 50 persen. Lalu, insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

Baca juga: Siap Bentuk Modal Ventura hingga Fintech, BTN Siapkan Dana Rp 1 Triliun

Insentif yang akan menyasar mobil dengan kapasitas 1.500 CC ini disambut baik oleh para pelaku industri multifinance.

Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo menyatakan kebijakan ini akan mengurangi harga pasaran mobil menegah ke bawah. Ia menambahkan termasuk mobil yang tergolong low cost green car (LCGC).

Namun ia menilai belum tentu segmen yang bisa mengakses pembiayaan LGCG ini telah mengalami pemulihan daya beli. Kendati demikian, Ia yakin kebijakan ini akan meningkatkan permintaan pembiayaan walau tidak signifikan dan baru akan terlihat pada Maret 2021.

“Namun ada dampaknya juga bagi multifinance untuk unit-unit tarikan yang akan di lelang, harga jualnya bisa turun karena harga mobil barunya turun. Juga tidak menutupi kerugian leasing karena harga turun,” ujar Harjanto kepada Kontan.co.id pada Senin (15/2/2021).

Ia melanjutkan, data pembiayaan MTF untuk kendaraan LCGC menurun di 2020 yang menyumbang 28 persen dari total pembiayaan. Padahal di 2019, segmen ini memberikan kontribusi 29 persen terhadap total portofolio. Penurunan ini terus berlanjut hingga di awal 2021 yang hanya menyumbang 26 persen.

Baca juga: Luhut Ingin Program Padat Karya Bisa Terealisasi Sebelum Ramadhan

Sementara itu, Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim juga menilai kebijakan ini akan mendorong permintaan pembiayaan kendaraan bermotor. Namun Ia belum bisa merinci berapa besar peningkatan permintaan pembiayaan baru ini.

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan piutang perusahaan pembiayaan terkontraksi sebesar minus 17,1 persen yoy sepanjang 2020 akibat belum pulihnya berbagai sektor perekonomian. Padahal di 2019, industri multifinance mampu membukukan pertumbuhan pembiayaan 3,7 persen yoy.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Begini dampak insentif diskon pajak PPnBM mobil bagi bisnis multifinance

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.