Mentan Minta Pemda dan Petani Optimalkan Food Estate Sumba Tengah

Kompas.com - 16/02/2021, 12:46 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau areal zona 4 food estate Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur yang berlokasi di Desa Makatakeri pada Senin (15/2/2021). Dok. KementanMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau areal zona 4 food estate Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur yang berlokasi di Desa Makatakeri pada Senin (15/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta, pemerintah daerah dan petani bisa mengoptimalkan potensi lumbung pangan (food estate) Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebab dengan begitu food estate diyakini mampu menopang roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba.

"Dengan varietas yang unggul dan sistem pengelolaan yang sudah modern, semua lahan di food estate ini bisa mencapai hasil maksimal, bahkan memberi kehidupan yang lebih baik," ujar Syahrul saat meninjau food estate Sumba Tengah seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Jumlah Penumpang Transportasi Umum Dibatasi, Pembebasan Pajak Mobil Jadi Solusi?

Ia memastikan, pemerintah bakal membangun lebih banyak sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan para petani. Diantaranya pupuk, benih unggul, serta alat mesin pertanian (alsintan).

Selain itu, dalam waktu dekat akan dibangun sumur bor tenaga surya (solar cell) yang terintegrasi dengan saluran air untuk persawahan yang ada di 5 zona food estate Sumba Tengah.

Zona tersebut terdiri dari zona 1 di Desa Umbu Pabal, zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, zona 3 di Desa Elu, zona 4 di Desa Makatakeri dan zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.

Namun selain ketersediaan sarana dan prasarana, kata Syahrul, untuk bisa mengoptimalkan potensi food estate Sumba Tengah tetap diperlukan kerja sama antar petani dan pengelolaan pertanian yang baik.

"Makanya hasilnya juga harus maksimal. Paling tidak 2 sampai 3 kali lipat lah," kata dia.

Baca juga: Direksi LPI Resmi Dilantik, Sri Mulyani Jamin Tak Akan Bernasib seperti 1MDB

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan, pihaknya memastikan akan segera membuat sarana dan prasarana produksi, bersamaan dengan semua kelengkapan infrastruktur yang dibutuhkan para petani.

"Semua kebutuhan petani sudah kita siapkan agar mampu mendongkrak peningkatan dan kesejahteraan para petani. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya sudah bisa digunakan," ungkapnya.

Untuk diketahui, luas lahan proyek food estate Sumba Tengah mencapai 5.000 hektar, mencakup sawah seluas 3.000 hektar dan ladang 2.000 hektar.

Terdapat 11 desa yang menjadi titik sentral kegiatan, beberapa diantaranya yakni Desa Wairasa, Umbu Mamijuk, Umbu Pabal Selatan, Umbu Langgang, Anakalang, Wailawa, Tana Modu, Oka Waci, dan Makatakeri.

Adapun sistem pola tanam yang akan dijalankan pada food estate tersebut, yakni tahap I pola tanam jagung-padi-jagung. Pola tanam tahap II jagung-padi-jagung dan pola tanam tahap III jagung-padi-jagung, serta tambahan lain polanya ialah sapi-jeruk-kelapa.

Baca juga: Salurkan Pembiayaan, BPR Gandeng Fintech



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Ini Jadwal Operasional SiCepat Selama Masa Lebaran 2021

Catat, Ini Jadwal Operasional SiCepat Selama Masa Lebaran 2021

Whats New
Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Whats New
Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X