Pajak Mobil Dibebaskan, Bagaimana Nasib Pertumbuhan Kendaraan Listrik?

Kompas.com - 16/02/2021, 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan segera melaksanakan relaksasi berbentuk keringanan PPnBM untuk mobil segmen di bawah 1.500 cc dengan kategori sedan dan 4x2 yang berlaku secara bertahap mulai 1 Maret 2021. Kebijakan ini diproyeksi akan memperlambat pertumbuhan kendaraan listrik.

"Kalau PPnBM 0 persen diberikan ke mobil (di bawah) 1.500 cc maka permintaan mobil listrik masih belum naik," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, kepada Kompas.com, Selasa (16/2/2021).

Meskipun saat ini sejumlah agen penjualan mobil mengaku sudah tidak dikenakan PPnBM untuk setiap penjualan mobil listrik, namun hal itu belum akan mampu mendongkrak penjualan kendaraan ramah lingkungan itu. Apalagi dengan semakin murahnya mobil di bawah 1.500 cc.

Baca juga: Vaksin Produksi Bio Farma Akan Digunakan untuk Anggota TNI, Polri, dan Guru

"Mobil energi fosil atau BBM masih terjangkau dibanding mobil listrik," ujar Bhiman.

Selain itu, Bhima menilai, infrastruktur penunjang kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), masih belum siap. Sehingga, masyarakat belum tertarik untuk menggunakan mobil listrik.

"Untuk lakukan perjalanan jauh kalau charging station belum siap ya risikonya tinggi," ucapnya.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah fokus menciptakan ekosistem kendaraaan listrik yang nyaman di dalam negeri. Salah satu langkah yang dilakukan ialah membentuk holding BUMN yang menggarap industri baterai kendaraan listrik.

Baca juga: Jumlah Penumpang Transportasi Umum Dibatasi, Pembebasan Pajak Mobil Jadi Solusi?

Holding bernama Indonesia Battery Holding (IBH) itu akan menyiapkan infrastruktur industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir.

Beranggotakan MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Persero), IBH siap menggarap ekosistem industri baterai kendaraan listrik dari pengolahan bijih nikel menjadi precursor dan katoda baterai hingga penyiapan SPKLU.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Earn Smart
Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Spend Smart
Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.