Kompas.com - 17/02/2021, 07:54 WIB
Ilustrasi batubara. Shutterstock/Vladyslav TrenikhinIlustrasi batubara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adaro Energy Tbk mencatatkan penurunan produksi dan penjualan batu bara pada 2020 dibanding realisasi tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun lalu, emiten tambang dengan kode saham ADRO mencatat total produksi batu bara sebesar 54,53 juta ton, atau turun 6 persen dibandingkan tahun 2019.

Sementara itu, volume penjualan batu bara Adaro pada tahun lalu tercatat mencapai 54,14 juta ton, atau 9 persen lebih rendah secara tahunan.

“Total pengupasan lapisan penutup pada 2020 mencapai 209,48 million bank cubic meter (Mbcm), atau turun 23 persen year on year, sejalan dengan panduan perusahaan untuk menurunkan nisbah kupas tahun ini,” tulis manajemen Adaro dalam laporan keuangan dan operasional resminya, dikutip Rabu (17/2/2021).

Tercatat nisbah kupas Adaro pada tahun 2020 mencapai 3,84 kali, di bawah panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,30 kali.

Baca juga: Harga Bitcoin Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Kini Tembus Rp 700 Juta

“Cuaca yang kurang baik di hampir sepanjang tahun merupakan tantangan bagi perusahaan untuk mencapai panduan nisbah kupasnya,” papar manajemen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kuartal terakhir tahun lalu, Adaro mampu memproduksi 13,43 juta ton dan menjual 13,39 juta ton batu bara, atau masing- masing turun 3 persen dan 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Total pengupasan lapisan penutup pada kuartal IV-2020 mencapai 49,06 Mbcm, atau turun 21 persen year on year, sehingga nisbah kupas tercatat sebesar 3,65 kali.

“Kuartal ini diwarnai dengan cuaca basah dengan curah hujan yang tinggi dan jam hujan yang panjang di area tambang utama sejak bulan November,” papar manajemen.

Pada tahun ini, produksi batu bara Adaro diperkirakan akan tetap sama atau sedikit menurun secara tahunan dan ditargetkan mencapai 52-54 juta ton.

Panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,8 kali lebih tinggi dibanding 2020, karena mengikuti sekuens penambangan dan perusahaan harus mengupas lapisan penutup dengan volume yang lebih besar.

“AE terus berdisiplin dalam penggunaan belanja modal (capex) dan panduan capex tahun 2021 ditetapkan pada kisaran 200 juta dollar AS sampai 300 juta dollar AS,” tulis manajemen.

Baca juga: Kebijakan Diskon Pajak Mobil Baru, Apa Tujuannya?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.