Melek Digital dan Bisa Membaca Peluang Jadi Kunci Bertahan di Era Pandemi

Kompas.com - 17/02/2021, 10:19 WIB
Ilustrasi UMKM produksi masker non medis. ShutterstockIlustrasi UMKM produksi masker non medis.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi yang belum reda membuat ekonomi Indonesia diprediksi masih akan tertekan tahun ini.

Di sektor industri UMKM, survei LPEM UI dan UNDP di tahun 2020 menyatakan, lebih dari 88 persen UMKM mengalami penurunan margin keuntungan sejak awal pandemi hingga Agustus 2020.

Namun kabar baiknya adalah di tengah tantangan ekonomi, UMKM Indonesia sangat berpeluang untuk rebound dari dampak pandemi.

Ekonom Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan pulih ke angka 4 hingga 6 persen pada tahun 2021.

Baca juga: BRI Tebar 6.000 KPR FLPP, Ini Syarat Pengajuannya

“Intervensi kesehatan seperti vaksinasi akan mempercepat pemulihan konsumsi serta mengembalikan potensi investasi yang lebih luas. Lalu, intervensi fiskal dengan menambah stimulus hingga dua kali lipat di tahun 2021 akan menggairahkan sektor UMKM” ujarnya mengutip siaran persnya, Rabu (16/2/2021).

Lebih spesifik, Fithra menyoroti sebagian UMKM yang berhasil bertahan notabene mengandalkan ICT (information, communication, and technology). Adopsi teknologi ini bisa jadi focal point untuk mendongkrak transaksi bahkan hingga ratusan persen.

CEO Qasir Michael Williem mengatakan perusahaan melihat langsung beberapa pelaku UMKM yang harus berjuang untuk mempertahankan usaha, melakukan perubahan bisnis, bahkan harus sampai gulung tikar.

"Tidak dapat dimungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing. Misalnya ketika pelaku bisnis UMKM menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman online, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lain yang tujuannya membuat produk berputar terus,“ tutur Michael.

Strategi kedua adalah kemampuan pelaku UMKM untuk menarget kebutuhan baru yang muncul di era kenormalan baru.

Secara tidak langsung, kemunculan usahawan baru juga berdampak positif pada bisnisnya selama tahun 2020 lalu.

Melihat daya tahan dan kreativitas pelaku usaha mikro saat ini, Michael cukup optimistis bahwa UMKM Indonesia dapat kembali pulih di tahun 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X