PLTS Bisa Genjot Bauran Energi Terbarukan dan Rasio Elektrifikasi, ini Alasannya

Kompas.com - 17/02/2021, 13:26 WIB
Foto dirilis Rabu (29/5/2019), menunjukkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seluas 41 meter x 40 meter terlihat dari atas di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah. ANTARA FOTO/PRASETIA FAUZANIFoto dirilis Rabu (29/5/2019), menunjukkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seluas 41 meter x 40 meter terlihat dari atas di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi opsi terbaik dalam mendorong percepatan pemanfaatan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana mengatakan, PLTS memiliki sejumlah kelebihan dibanding sumber EBT lainnya, seperti kecepatan dan kemudahan pembangunan pembangkit.

"Kan ini ada di mana pun, tidak terlalu sulit untuk studi kelayakan membangun PLTS, apalagi untuk di atas atap," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: BRI dan Len Industri Kerja Sama untuk Pembiayaan PLTS Atap

Sampai dengan saat ini, realisasi bauran EBT dalam bauran energi nasional baru mencapai 11,5 persen, atau separuh dari target yang telah ditetapkan.

Menurut Dadan, target tersebut harus dapat dicapai, untuk merealisasikan target penurunan gas ruma kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030.

"Kita hanya punya waktu 5 tahun untuk menuju ke sana (bauran EBT), jadi kalau EBT tidak tercapai, pasti target penurunan gas rumah kaca pun tidak akan tercapai," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guna mendukung pencapaian target tersebut, sambung Dadan, Kementerian ESDM tengah menyusun grand strategi energi nasional untuk jangka menengah hingga tahun 2035.

Dalam perencanaan tersebut, PLTS akan mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan energi di masa mendatang melalui pemberian insentif khusus.

Baca juga: Terbesar di ASEAN, PLTS di Waduk Cirata Dibangun Mulai Tahun Depan

"Kami ada program PLTS terapung, dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) sekarang sedang disusun dan kami akan memasukkan semua waduk yang ada di Jawa," kata Dadan.

Lebih lanjut, Dadan menilai, pengembangan PLTS akan jauh lebih baik apabila dikombinasikan dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X