Ini Komentar Pertamina yang Proyeknya Bikin Warga Desa di Tuban Mendadak Jadi Miliarder

Kompas.com - 18/02/2021, 11:07 WIB
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.
Tribunnews/IstimewaWarga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) buka suara terkait proses pembebesan lahan untuk keperluan proyek pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban), yang membuat warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, mendadak jadi miliarder.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional yang menaungi proyek GRR Tuban, Ifki Sukarya mengatakan, proses pengadaan lahan sendiri sudah selesai dan mayoritas warga yang terdampak sudah menerima penggantian dana dari Pertamina.

"Lahan yang dibebaskan telah mencapai 99 persen dari target seluas 377 hektar tanah warga," katanya, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Pertamina: Kalau Memungkinkan, Kita Bisa Masuk ke Energi Nuklir

Ifki menjelaskan bahwa pengadaan lahan untuk proyek GRR Tuban tersebut telah melalui seluruh mekanisme yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Pada undang-undang tersebut telah diatur tata cara pengadaan lahan untuk pembangunan kilang yaitu perencanaan, persiapan, pelasaksanaan, dan pelepasan tanah instansi.

Pada tahap persiapan, berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi penguasaan tanah, Pertamina telah mengikuti prosedur penilaian ganti kerugian sesuai ketentuan dengan menunjuk kantor jasa penilai publik (KJPP) yang kemudian ditetapkan melalui Badan Pertanahan Nasional setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"KJPP inilah yang melakukan penilaian terhadap lahan yang akan diambil alih tersebut," ujarnya.

Ifki menambahkan, Pertamina tidak dapat melakukan intervensi atas proses penilaian lahan yang dilakukan KJPP dan di pihak lain.

Pertamina disebut berprinsip agar proses pengadaan lahan ini tidak merugikan warga yang lahannya terdampak, oleh karenanya perusahaan pelat merah itu juga memberikan edukasi kepada para warga agar dapat mengelola uang hasil penggantian lahan dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: Pertamina Operasikan Kapal Tanker Raksasa dengan Kapasitas Angkut 2 Juta Barel Minyak

"Rata-rata warga memiliki lahan yang luas. Semakin luas lahannya, otomatis semakin besar uang penggantian yang diterima," ucapnya.

Sebagai informasi, Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban) dibangun untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak sebesar 300.000 barrel per hari yang akan menghasilkan BBM berstandar Euro V berupa gasoline sekitar 80.000 barrel per hari, gasoil sekitar 100.000 barrel per hari dan Avtur sekitar 30.000 barrel per hari.

GRR Tuban diintegrasikan dengan kilang petrokimia yang berproduksi 3.750 KTPA. Dengan kehadiran kilang di Tuban, maka kebutuhan BBM ke depan dapat dipenuhi dari kilang dalam negeri sehingga mengurangi impor.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.