BI Minta Bank Percepat Penurunan Suku Bunga Kredit

Kompas.com - 18/02/2021, 17:08 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) berharap perbankan bisa lebih cepat menurunkan suku bunga kredit.

Pasalnya, bank sentral sudah menurunkan suku bunga acuan BI-7DRRR menjadi yang terendah hingga level 3,50 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, turunnya suku bunga BI-7DRRR sudah direspons dengan baik oleh rata-rata suku bunga PUAB dan suku bunga deposito.

Baca juga: BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,3-5,3 Persen Sepanjang 2021

Tercatat, rata-rata suku bunga PUAB overnight saat ini rendah sekitar 3,04 persen.

Sementara suku bunga deposito 1 bulan juga telah menurun sebesar 181 bps ke level 4,27 persen pada Desember 2020.

Sayang, penurunan justru lebih lambat pada suku bunga kredit. Oleh karena itu, penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 bps ke level 9,70 persen selama tahun 2020," kata Perry dalam konferensi video, Kamis (18/2021).

Setelah dilihat, Perry mengungkap lambatnya penurunan suku bunga kredit disebabkan oleh masih tingginya suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan.

Baca juga: BI Turunkan Suku Bunga Jadi 3,50 Persen

Tercatat selama tahun 2020 di tengah penurunan suku bunga kebijakan BI-7DRRR dan deposito 1 bulan, SBDK perbankan baru turun sebesar 75 bps menjadi 10,11 persen. 

"Hal ini menyebabkan tingginya spread SBDK dengan suku bunga BI7DRR dan deposito 1 bulan masing-masing sebesar 6,36 persen dan 5,84 persen," ungkap Perry.

Sementara dari sisi kelompok bank, SBDK tertinggi tercatat pada bank-bank BUMN sebesar 10,79 persen.

Kemudian diikuti oleh BPD 9,80 persen, BUSN 9,67 persen, dan KCBA 6,17 persen.

Baca juga: Hari Ini, BI Diproyeksi Turunkan Suku Bunga ke Level 3,50 Persen

Dari sisi jenis kredit, SBDK kredit mikro 13,75 persen, kredit konsumsi non-KPR 10,85 persen, kredit konsumsi KPR 9,70 persen, kredit ritel 9,68 persen, dan kredit korporasi tercatat 9,18 persen.

"Bank Indonesia mengharapkan perbankan dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit/pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X