Kala Bos BI Geregetan Suku Bunga Kredit Bank Lelet Turun

Kompas.com - 19/02/2021, 10:19 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

Setidaknya, ada tiga tahap yang bakal ditempuh bank sentral. Untuk tahap pertama, BI akan melakukan publikasi asesmen suku bunga kredit berdasarkan SBDK dan spread SBDK.

Setelah itu, bank sentral akan menerbitkan PBI untuk menggantikan Peraturan OJK terkait SBDK sebagai dasar publikasi. Lalu, pihaknya bakal menguatkan efektifitas transmisi suku bunga dengan menerapkan benchmark rate.

Dengan kata lain, BI bakal membuat aturan yang mendorong transparansi suku bunga perbankan.

Dengan transparansi, bank sentral jadi mengetahui komponen pembentuk suku bunga mana yang menjadi "biang kerok" suku bunga bank sulit turun.

Baca juga: BI Minta Bank Percepat Penurunan Suku Bunga Kredit

Apa saja komponen itu?

Perlu kamu tahu, suku bunga kredit dibentuk oleh Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dan premi risiko. Sementara SBDK terdiri dari beberapa komponen, antara lain cost of fund, suku bunga dana, biaya overhead, dan margin keuntungan bank.

"Suku bunga belum turun apa karena premi risikonya? Premi risikonya masalahnya apa? Apa perlu penjaminan? atau SBDK-nya yang belum turun?," ucap Perry beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komponen mana yang jadi dalang bunga kredit belum turun?

Setelah diteliti lebih lanjut, bank sentral menemukan alasan mengapa suku bunga kredit sulit sekali turun di masa pandemi ini. Rupanya, ada salah satu komponen yang angkanya masih tinggi, yaitu Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan.

Selama tahun 2020 di tengah penurunan suku bunga kebijakan BI-7DRRR dan deposito 1 bulan, SBDK perbankan baru turun sebesar 75 bps menjadi 10,11 persen. 

Lambatnya penurunan SBDK lantas menjadi sebab masih tingginya spread SBDK dengan suku bunga BI7DRR dan deposito 1 bulan, masing-masing sebesar 6,36 persen dan 5,84 persen.

Bank dan kredit mana saja yang SBDK-nya tinggi?

Berdasarkan pemaparan Perry, bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggungguli tingginya SBDK dari bank lain. SBDK bank BUMN mencapai dua digit, yaitu 10,79 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.