BI: Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,6 Miliar Dollar AS Sepanjang 2020

Kompas.com - 19/02/2021, 12:45 WIB
Ilustrasi neraca pembayaran shutterstock.comIlustrasi neraca pembayaran

Selain itu, perbaikan ekonomi domestik pada kuartal IV 2020 memengaruhi kenaikan pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang menyebabkan defisit neraca pendapatan primer meningkat.

Di sisi lain, transaksi modal dan finansial pada kuartal IV 2020 tetap baik, ditopang terutama oleh surplus investasi langsung dan investasi portofolio. 

Pada kuartal IV 2020, aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio makin meningkat seiring menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca juga: Anggaran PEN Naik, BI Ogah Ikut Danai SBN Lewat Pembelian Langsung

Tercatat, surplus investasi langsung mencapai 4,2 miliar dolar AS, meningkat dari kuartal sebelumnya, terutama dalam bentuk instrumen modal ekuitas.

Aliran modal asing juga tercatat masuk lewat investasi portofolio sebesar 2,2 miliar dolar AS, setelah pada kuartal sebelumnya ada aliran keluar sebesar 1,9 miliar dolar AS.

"Perkembangan positif tersebut terutama didorong oleh aliran modal masuk neto pada Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah," papar Erwin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, transaksi investasi lainnya masih defisit cukup besar akibat peningkatan pembayaran pinjaman yang jatuh tempo serta penempatan simpanan dan aset lainnya di luar negeri.

Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada kuartal IV 2020 mencatat defisit rendah sebesar 0,9 miliar dolar AS atau 0,3 persen dari PDB.

Baca juga: BI Optimistis DP 0 Persen Mobil dan Properti Dorong Permintaan Kredit

Erwin menegaskan, NPI secara keseluruhan tahun 2020 surplus, sehingga ketahanan sektor eksternal tetap terjaga di tengah tekanan pandemi Covid-19. 

Surplus NPI tahun 2020 sebesar 2,6 miliar dolar AS, melanjutkan capaian surplus pada tahun sebelumnya sebesar 4,7 miliar dolar AS.

Perkembangan tersebut didorong oleh penurunan defisit transaksi berjalan serta surplus transaksi modal dan finansial.

Defisit transaksi berjalan pada 2020 sebesar 4,7 miliar dolar AS (0,4 persen dari PDB), jauh menurun dari defisit pada 2019 sebesar 30,3 miliar dolar AS (2,7 persen dari PDB).

Baca juga: Daya Beli Masih Lemah, BI Revisi Proyeksi Pertumbuhan Kredit

Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2020 tetap surplus sebesar 7,9 miliar dolar AS sejalan dengan optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi domestik.

"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna mendukung ketahanan sektor eksternal," pungkas Erwin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X