Tesla Pilih Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, Pemerintah Diminta Lakukan ini

Kompas.com - 19/02/2021, 15:30 WIB
Mesin otomatis di dalam pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS. Tech Vision/ YoutubeMesin otomatis di dalam pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Tesla untuk membangun pabrik mobil listrik atau electric vehicle (EV) di India, menimbulkan pertanyaan terkait keberlanjutan negosiasi Pemerintah Indonesia dengan perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu.

Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pemerintah perlu menggelontorkan berbagai insentif baru, agar para calon investor pengembangan industri mobil listrik nasional, seperti Tesla, berkomitmen untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.

“Saya kira kita butuh investasi-investasi yang besar (untuk menarik minat investor),” katanya kepada Kompas.com, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Tak Semua Kendaraan Dapat DP 0 Persen, Simak Ketentuannya

Mamit menyarankan, salah satu stimulus yang dapat diberikan ialah berupa insentif perpajakan, seperti pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM).

“Terkait EV ini saya kira perlu ada treatment berbeda,” ujarnya.

Selain itu, Mamit pun mendorong pemerintah untuk memberikan stimulus berupa bantuan persiapan lahan.

“Kita tahu (lahan) selalu jadi masalah,” ucapnya.

Mamit mengaku menyayangkan keputusan Tesla untuk membangun pabrik di India. Ia berharap, langkah tersebut tidak mengganggu rencana Tesla untuk mengembangkan energy storage system (ESS) di Indonesia.

Baca juga: Tesla Pilih Bangun Pabrik di India ketimbang Indonesia, Apa Alasannya?

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto memastikan negosiasi dengan Tesla tetap berjalan.

Namun ia enggan membeberkan perkembangan negosiasi tersebut, termasuk terkait ketertarikan Tesla membangun ESS di Indonesia.

"Maaf saya ada Non-Disclosure Agreement. Tidak bisa disclose apa-apa," kata Seto kepada Kompas.com, Kamis (18/2/2021).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Whats New
Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Whats New
Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

Whats New
Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Whats New
Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Whats New
Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

Rilis
Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Whats New
Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

Rilis
Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Whats New
Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Whats New
GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X