CN-235 Buatan PTDI Mau Dikirim ke Senegal, Menhub: Saya Harus Beli Satu

Kompas.com - 19/02/2021, 17:58 WIB


KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi buka suara mengenai pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang akan dikirimkan ke Senegal.

Hal ini disampaikan di sela meninjau langsung keberadaan pesawat tersebut. Dia mengapresiasi PTDI yang tetap mampu memasarkan sejumlah jenis pesawat yang telah diproduksinya.

Hal itu, kata dia, memang sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mendorong produk bangsa sendiri.

"Maka setelah tadi bicara dengan Dirjen Perhubungan Udara, saya pikir saya harus beli satu, Insyaalah tahun depan bisa," katanya, di Hangar N219 PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021) sebagaimana dikutip dari Antara.

Baca juga: Menhub Targetkan 44 Kota Dilengkapi Layanan GeNose dalam Satu Bulan

Menurut Budi, produksi pesawat yang telah rampung itu membuktikan PTDI yang terus membangun meski pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Hal itu membuat sumber daya manusia (SDM) terampil PTDI tetap diberdayakan.

"Di PTDI ini adalah orang-orang yang punya keterampilan sehingga perlu memberikan peluang-peluang bagi mereka agar mereka selalu berkarya," kata Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi Karya juga sempat menengok jenis pesawat lain hasil produksi PTDI, yakni model amfibi. Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan pesawat amfibi untuk alat transportasi untuk bisa mencakup seluruh Nusantara.

"Sebagai negara kepulauan, kita membutuhkan pesawat amfibi. Mungkin semua tahu (Pulau) Banda Neira, itu membutuhkan amfibi," kata Budi.

Selain itu, pesawat amfibi juga diperlukan untuk mengatasi berbagai landasan udara di tanah air yang memiliki landasan yang pendek.

Apalagi, kata dia, di Indonesia timur cukup banyak maskapai penerbangan perintis yang menghubungkan sejumlah daerah. Karenanya, ia juga meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk memperhatikan hal tersebut.

Baca juga: Ramai-ramai Menanti Layanan GeNose di Bandara

Saat ini, kata dia, ada satu angkutan dari Pulau Ambon yang menghubungkan dengan Pulau Banda Neira. Menurut dia, pesawat amfibi diperlukan guna menghubungkan masyarakat yang berdomisili di daerah kepulauan tersebut.

"Yang penting juga, saya nanti menganjurkan untuk perusahaan dalam negeri juga menggunakan (pesawat amfibi)," imbuhnya Budi.

Sementara itu Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro turut berkomentar mengenai beragam respons Budi Karya. Menurut dia sejumlah lapangan terbang yang ada di daerah terpencil memang memiliki landasan udara yang cukup pendek, hanya sekitar 900 meter.

Ia menuturkan sejumlah pesawat yang diproduksi PTDI pun memang didesain untuk beradaptasi dengan kondisi landasan serta kontur daratan Indonesia.

"Nah ini kita harus bisa take off dan landing-nya sekitar di bawah 900 meter. ini (Pesawat N219) telah tersertifikasi tipenya bisa sekitar 750 meter," kata Elfien.

Baca juga: Elon Musk Sebut Bitcoin Sedikit Lebih Baik dari Uang Tunai, Mengapa?

Sementara itu, mengenai CN-235, ia mengatakan bahwa pesawat itu merupakan pesawat kedua yang akan dikirimkan ke Senegal. Nantinya pesawat itu bakal digunakan Senegal untuk patroli di sektor maritim.

"Tadi pak menteri melihat cockpit yang sudah digital, bukan lagi manual, sudah kita modifikasi, dan melihat juga konsol peralatan infrared jarak jauh untuk mengintai," kata Elfien.

Ia memastikan pesawat itu akan dikirimkan pada bulan Maret mendatang. Pada saat dikirimkan, nantinya Kepala Angkatan Udara Senegal bakal hadir menjemput pesawat tersebut di Hangar PTDI.

"Sekarang sudah selesai dan memang belum dikirim saja, warnanya memang permintaannya seperti itu, tergantung costumer," kata dia.

Baca juga: Luhut: Investasi di Sektor Air Bersih Sangat Kami Apresiasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkaca Kasus ACT, PPATK Minta Masyarakat Bijak dalam Berdonasi

Berkaca Kasus ACT, PPATK Minta Masyarakat Bijak dalam Berdonasi

Whats New
Cara Dapat Kompensasi Mati Listrik hingga Rp 300.000

Cara Dapat Kompensasi Mati Listrik hingga Rp 300.000

Whats New
Ketika Erick Thohir Bandingkan Aplikasi MyPertamina dan PeduliLindungi

Ketika Erick Thohir Bandingkan Aplikasi MyPertamina dan PeduliLindungi

Whats New
Sudah Ditegur, Tiga Pemuda yang 'Ngobrol' di KRL Diturunkan Paksa

Sudah Ditegur, Tiga Pemuda yang "Ngobrol" di KRL Diturunkan Paksa

Whats New
Setelah Terkoreksi 6 Hari Berturut-turut, IHSG Akhirnya Ditutup Menguat

Setelah Terkoreksi 6 Hari Berturut-turut, IHSG Akhirnya Ditutup Menguat

Whats New
Erick Thohir Sebut Emirates dan Etihad Jadi Calon Investor Garuda Indonesia

Erick Thohir Sebut Emirates dan Etihad Jadi Calon Investor Garuda Indonesia

Whats New
4 Cara Bayar Tagihan Listrik lewat Livin’ by Mandiri hingga ATM

4 Cara Bayar Tagihan Listrik lewat Livin’ by Mandiri hingga ATM

Spend Smart
Bebas Repot, Ini Cara Bayar QRIS Pakai Aplikasi Agi Bank Artha Graha

Bebas Repot, Ini Cara Bayar QRIS Pakai Aplikasi Agi Bank Artha Graha

Whats New
Diterpa Krisis, Stok BBM di Sri Lanka Kurang dari Sehari

Diterpa Krisis, Stok BBM di Sri Lanka Kurang dari Sehari

Whats New
Pandemi Belum Berakhir, Blue Bird Jaga Biaya Operasional Tetap Sehat

Pandemi Belum Berakhir, Blue Bird Jaga Biaya Operasional Tetap Sehat

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, PHRI: Perlu Toleransi untuk Anak dan Lansia Komorbid

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, PHRI: Perlu Toleransi untuk Anak dan Lansia Komorbid

Whats New
Percepat Pemulihan Ekonomi, Bank BJB Berencana Ekspansi Kredit hingga Perkuat Layanan Digital

Percepat Pemulihan Ekonomi, Bank BJB Berencana Ekspansi Kredit hingga Perkuat Layanan Digital

Whats New
Cabai Rawit Merah Tembus Rp 113.837 Per Kg, Simak Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Rawit Merah Tembus Rp 113.837 Per Kg, Simak Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Whats New
Beli Pertalite Pakai MyPertamina Ribet? Ingat, Bisa Daftar Tanpa Ponsel, QR Code Boleh Dicetak, Bayarnya Bisa 'Cash', Baru Berlaku untuk Mobil

Beli Pertalite Pakai MyPertamina Ribet? Ingat, Bisa Daftar Tanpa Ponsel, QR Code Boleh Dicetak, Bayarnya Bisa "Cash", Baru Berlaku untuk Mobil

Whats New
Kredit Bank Neo Commerce Tumbuh Pesat, Diperkirakan Raih Profit 2023

Kredit Bank Neo Commerce Tumbuh Pesat, Diperkirakan Raih Profit 2023

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.