Ini Alasan Kripto Semakin Diminati Jadi Instrumen Investasi

Kompas.com - 19/02/2021, 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya peminat aset kripto atau cryptocurrency beberapa waktu terakhir membuat tren harga kripto terus terkerek.

Seperti Bitcoin, kini harganya mencapai 52.493 per dollar AS atau sekitar Rp 734,9 juta (kurs Rp 14.000 per dollar AS). Nilai kripto paling populer itu sudah naik lebih dari 20.000 dollar AS sejak awal 2021.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa kripto kian diminati sebagai salah satu instrumen investasi. Diantaranya, meningkatnya ketidakpercayaan terhadap mata uang resmi atau uang fiat.

Ia bilang, nilai uang fiat akan terus tergerus inflasi. Hal itu membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menginvestasikan dananya pada aset-aset ekonomi non uang untuk menghindari pengurangan nilai.

"(Kripto) jadi alternatif baru. Uang fiat itu tergerus inflasi, nilainya kok semakin lama kaya semakin enggak berharga," ujar Wahyu kepada Kompas.com, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Bank Danamon Bukukan Laba Bersih Rp 1 Triliun Sepanjang 2020

Meski emas juga bisa menjadi instrumen investasi untuk mengindari inflasi, namun dia menilai, banyak orang yang tetap tertarik ke kripto lantaran sifatnya yang efisien, yakni tak butuh ruang penyimpanan seperti emas.

"Emas memiliki fisik dan perlu storage, mungkin jadi kurang efisien. Kripto juga aset seperti emas tapi kelebihannya secara teknologi lebih efisien, unbank, connected, dan open," jelasnya.

Meski demikian, Wahyu mengakui, kelemahan kripto adalah pengakuan oleh otoritas di setiap negara. Banyak negara yang menolak kehadiran kripto, baik sebagai aset investasi ataupun alat pembayaran.

Tapi dengan sifat kripto yang berbasiskan teknologi tinggi (hi-tech), lanjut dia, negara-negara yang menolak tidak akan bisa membendung perkembangan kripto.

"Jika secara teknologi applied. Lalu apa pentingnya legitimasi? Toh yang penting fungsi, efektif, efisien. Tidak legitimasi bukan berarti ilegal," ujar dia.

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Gandeng Mister Loo Benahi Toilet di Danau Toba

Di sisi lain, banyak pula negara yang sudah menyetujui transaksi kripto. Seperti Indonesia sebagai instrumen insvestasi, atau Jepang dan Amerika Serikat yang bahkan melegalkan kripto sebagai alat pembayaran.

Wahyu mengatakan, berdasarkan faktor-faktor tersebut maka tak aneh jika banyak investor besar, baik perusahaan maupun perorangan, yang menaruh dananya di kripto.

CEO Tesla Elon Musk misalnya, terus mempopulerkan berbagai jenis kripto lewat akun twitter-nya. Dia bahkan bakal menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah untuk kebutuhan transaksi mobil listrik Tesla.

"Meningkatnya ketidakpercayaan atas uang fiat money dan dampak kemajuan teknologi, dengan semua hal tersebut orang pun banyak beralih ke kripto," pungkasnya.

Baca juga: Dari Rp 45.000 ke Rp 700 Juta, Ini Perjalanan Panjang Harga Bitcoin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp 755 Miliar

Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp 755 Miliar

Whats New
Lowongan Kerja di Taulany TV, Perusahaan Milik Andre Taulany, Simak Posisi yang Dicari

Lowongan Kerja di Taulany TV, Perusahaan Milik Andre Taulany, Simak Posisi yang Dicari

Whats New
Hasil Prafinalisasi Pendataan Tenaga non-ASN 2022 Diumumkan, Ini Link dan Tahapannya

Hasil Prafinalisasi Pendataan Tenaga non-ASN 2022 Diumumkan, Ini Link dan Tahapannya

Whats New
Skema KPBU Proyek IKN Tarik Minat Investor Asing

Skema KPBU Proyek IKN Tarik Minat Investor Asing

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 46 Resmi Dibuka, Klik www.prakerja.go.id

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 46 Resmi Dibuka, Klik www.prakerja.go.id

Whats New
Pengemudi inDriver Difasilitasi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pengemudi inDriver Difasilitasi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
11 Indeks Sektoral Kompak Menguat, IHSG Parkir di Zona Hijau

11 Indeks Sektoral Kompak Menguat, IHSG Parkir di Zona Hijau

Whats New
OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,76 Juta pada September 2022

OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,76 Juta pada September 2022

Whats New
Jokowi Dorong Perusahaan Besar Lakukan Bina Lingkungan dan Dampingi UMKM

Jokowi Dorong Perusahaan Besar Lakukan Bina Lingkungan dan Dampingi UMKM

Rilis
Mereka yang Bangkit Melalui PaDi UMKM di Tengah Sulitnya Perekonomian

Mereka yang Bangkit Melalui PaDi UMKM di Tengah Sulitnya Perekonomian

Whats New
Dirut Pupuk Kaltim Beberkan 3 Kunci Kesuksesan Penerapan ESG dalam Operasional Bisnis

Dirut Pupuk Kaltim Beberkan 3 Kunci Kesuksesan Penerapan ESG dalam Operasional Bisnis

Whats New
Astra Bakal Bagikan Dividen Sebesar Rp 3,56 Triliun, Simak Jadwalnya

Astra Bakal Bagikan Dividen Sebesar Rp 3,56 Triliun, Simak Jadwalnya

Whats New
Batas dan Pembayaran PDAM Setiap Tanggal Berapa?

Batas dan Pembayaran PDAM Setiap Tanggal Berapa?

Spend Smart
Ditjen Pajak Kaji Rencana Penunjukan Tokopedia dkk Jadi Pemungut Pajak

Ditjen Pajak Kaji Rencana Penunjukan Tokopedia dkk Jadi Pemungut Pajak

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Terhadap Dollar AS, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Terhadap Dollar AS, Ini Penyebabnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.