Kompas.com - 20/02/2021, 01:02 WIB
Potret pekerja kuli pabrik genteng atau jebor di Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (11/08/2017). Produksi pembuatan genteng saat ini menurun akibat menipisnya persediaan bahan baku tanah sebagai bahan utama dalam pembuatan genteng. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPotret pekerja kuli pabrik genteng atau jebor di Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (11/08/2017). Produksi pembuatan genteng saat ini menurun akibat menipisnya persediaan bahan baku tanah sebagai bahan utama dalam pembuatan genteng.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam lingkup pembukuan operasional perusahaan ada 2 jenis biaya yang paling lazim digunakan dalam pengelompokan beban atau biaya produksi. Keduanya yakni biaya tetap dan biaya variabel.

Pengelompokan ketiga jenis biaya produksi tersebut dilakukan perusahaan untuk mencari titik break event point (BEP) yang nantinya akan diketahui operasional perusahaan tersebut untung, atau sebaliknya mengalami rugi.

Lalu apa itu biaya tetap dan apa itu biaya variabel?

Pengertian biaya variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah mengikuti aktivitas bisnis. Dengan kata lain, biaya variabel artinya biaya yang besarannya naik turun tergantung pada volume operasional perusahaan.

Baca juga: Deretan 7 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Berbeda dengan biaya tetap, biaya variabel akan naik saat produksi meningkat dan turun saat produksi juga menurun. Arti biaya variabel ini juga hanya akan muncul ketika ada produksi. Saat produksi berhenti, otomatis tak ada biaya variabel yang dikeluarkan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa contoh biaya variabel antara lain biaya pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja harian, biaya lembur tenaga kerja, biaya BBM, biaya transportasi, dan pengepakan.

Pengertian biaya tetap

Berkebalikan dengan biaya variabel yang besarannya naik turun sesuai dengan operasional perusahaan, biaya tetap adalah biaya yang sifatnya tidak berubah.

Biaya tetap adalah biaya yang terus dikeluarkan atau harus dibiayai perusahaan meski operasional perusahaan tersebut berhenti. Arti biaya tetap yakni biaya yang terus menerus dikeluarkan.

Baca juga: Mengenal Eigendom, Bukti Kepemilikan Tanah Warisan Belanda

Biaya ini harus terus dibayar baik saat perusahaan beroperasi penuh, beroperasi sebagian, atau sama sekali tak beroperasi.

Biaya tetap artinya pengeluaran bisnis yang tidak bergantung pada tingkat barang atau jasa yang dihasilkan oleh bisnis tersebut.

Contoh biaya tetap antara lain biaya sewa, biaya penyusutan, biaya gaji karyawan tetap, pembayaran pajak, biaya bunga, dan biaya penyusutan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.