Mahkamah Agung Inggris Tetapkan Driver Uber Sebagai Pegawai, Bukan Lagi Mitra

Kompas.com - 20/02/2021, 06:57 WIB
Ilustrasi taksi online Uber Ilustrasi taksi online Uber

LONDON, KOMPAS.com - Mahkamah Agung (MA) Inggris menetapkan sopir atau driver Uber sebagai pegawai perusahaan, bukan lagi berstatus mitra atau kontraktor independen.

Dilansir dari CNN, Sabtu (20/2/2021), MA menyatakan, sekelompok driver Uber yang membawa kasus ini ke pengadilan ketenagakerjaan tidak dapat dikatakan sebagai kontraktor independen.

Sebab, aktivitasnya sangat ditentukan dan dikontrol oleh platform ride hailing itu.

Baca juga: Lewat Fitur ini, Driver Gojek Bisa Cegah Order Fiktif

Hakim pun menyoroti kendali Uber atas penentuan tarif, dan bagaimana hal itu berpengaruh terhadap operasional driver.

Meskipun masih belum jelas bagaimana kebijakan lanjutan dari putusan itu, perubahan status driver menjadi pegawai akan mengubah model bisnis Uber di Inggris.

Keputusan bulat itu diproyeksi akan berdampak signifikan terhadap model bisnis Uber, dan juga memberikan kesempatan bagi driver untuk mengklaim upah minimal dan cuti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saham Uber di bursa saham New York langsung melemah 2,5 persen setelah dikeluarkannya putusan tersebut.

Gugatan terhadap Uber pertama kali diajukan ke pengadilan ketenagakerjaan Inggris oleh dua orang driver Uber, Yaseen Aslam dan James Farrar pada 2016.

Baca juga: Ini Cara Gojek Tingkatkan Keamanan Pelanggan dan Driver

Aslam yang dulu bekerja di sebuah perusahaan mengaku dibujuk untuk bergabung ke dalam Uber dengan gaji dan bonus yang menggiurkan.

Namun, Aslam mengklaim tunjangan itu mengecil dalam jangka waktu yang sangat singkat.

Menurut dia, hal itu terjadi karena lebih banyak pengemudi yang bergabung dengan Uber, menghasilkan lebih sedikit perjalanan dan menekan tarif.

Aslam dan Farrar menang di pengadilan ketenagakerjaan dan kemudian dalam dua banding berikutnya oleh perusahaan.

Meskipun menang, Aslam mengatakan, kompensasi yang akan diperolehnya jumlahnya dinilai sangat kecil dibandingkan dengan upaya yang telah dilakukan untuk mengajukan gugatan.

Baca juga: Gojek: Ada Fitur Verifikasi Wajah, Mitra Driver Merasa Lebih Aman

"Tapi intinya adalah, seseorang harus melakukannya," kata Aslam.

Kini, ribuan driver Uber mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan, dan keputusan tersebut dapat segera diterapkan kepada mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.