Luncurkan Program Beli Kreatif Danau Toba, Ini Strategi Sandiaga Uno Kembangkan Produk Lokal

Kompas.com - 20/02/2021, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno siang ini meluncurkan program Beli Kreatif Danau Toba di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Sabtu (20/2/2021).

Dalam pidatonya, Sandiaga memastikan Kemenparekraf akan mendukung penuh pengembangan produk lokal asal Danau Toba, yang disandingkan dengan lokasi pariwisata super prioritas.

Hal ini dilakukan dengan memberikan pendampingan, dalam upaya peningkatan kualitas produk.

Baca juga: Pemerintah Kembali Perbolehkan WNA Masuk ke Indonesia, Tetapi...

“Berkaitan dengan sektor ekonomi kreaif, kami di Kemenparekraf mendukung penuh. Kami menyusun strategi utama yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi, agar sektor ekonomi kreatif pariwisata di Indonesia terus menggema dan terimplementasi,” kata Sandiaga dalam pidatonya siang ini.

Sandiaga mengatakan, dengan peluncuran program Beli Kreatif Danau Toba diharapkan mampu memulihkan sektor pariwisata dan UMKM dari pandemi Covid-19.

Apalagi sebelumnya, program serupa telah di lakukan di Jabodetabek dan dalam 6 bulan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM.

Sandiaga bilang, di Jabodetabek program serupa yang dilaunching di tengah PSBB tahun lalu, kdalam 6 bulan berhasil meningkatkan omzet 60 persen pelaku UMKM.

Program yang melibatkan 6.738 tenaga kerja ini bahkan on bording di 6 e-commerce dan 2 jasa transportasi online.

Baca juga: Menhub Ungkap Rencana Bangun 1.301 Pelabuhan

“Di sini (Danau Toba), hidup ekonomi kreatifnya. Walaupun ada penurunan kecil tapi mereka termotifasi untuk berkreasI. Beli kreatif lokal ini kita on boarding, saat di-launcing oleh presiden awal tahun 2020 diharapkan dalam kurun waktu 6 bulan ke depan, ekonomi kreatif Danau Toba terus berkembang,” jelas mantan wakil Gubernur DKI tersebut.

Di sisi lain, dua hal yang menjadi fokus utama dalam Program Beli Kreatif Danau Toba adalah industri fashion dan kuliner.

Apalagi Danau Toba sangat identik dengan kain ulosnya yang mendunia, serta beragam jenis kuliner yang tidak kalah nikmat.

“Kita harapkan sampai dengan Maret 2021 kita melihat peningkatan produksi ekonomi kreatif. Kita ingin produk tradisional seperti fashion dan kuliner bisa disiapkan sesuai dengan arahan presiden terkait pariwisata super prioritas. Melalui program ini kita akan lakukan pendampingan, dan akan dikampanyekan di seluruh platform kita,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Whats New
Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Whats New
Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Smartpreneur
Amankan Pasokan Dalam Negeri, Ekspor CPO di Atas 680 Dollar AS Per Ton Kena Bea Keluar

Amankan Pasokan Dalam Negeri, Ekspor CPO di Atas 680 Dollar AS Per Ton Kena Bea Keluar

Whats New
Kemendag Kirimkan 1,3 Juta Liter Migor Minyakita ke Wilayah Timur Indonesia

Kemendag Kirimkan 1,3 Juta Liter Migor Minyakita ke Wilayah Timur Indonesia

Whats New
Menko Airlangga: Dana PEN Berakhir Tahun Ini

Menko Airlangga: Dana PEN Berakhir Tahun Ini

Whats New
RMK Energy Catatkan Laba Bersih Rp 141,8 Miliar pada Semester I-2022

RMK Energy Catatkan Laba Bersih Rp 141,8 Miliar pada Semester I-2022

Rilis
Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Whats New
Sosialisasi Cara Hitung TKDN, Kejaksaan RI Gandeng BUMN Inspeksi

Sosialisasi Cara Hitung TKDN, Kejaksaan RI Gandeng BUMN Inspeksi

Whats New
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Rilis
Kurs Rupiah Ditutup Menguat, 1 Dollar AS Setara Rp 14.765

Kurs Rupiah Ditutup Menguat, 1 Dollar AS Setara Rp 14.765

Whats New
Nielsen: Belanja Iklan Naik 7 Persen di Semester I-2022, TV Masih Mendominasi

Nielsen: Belanja Iklan Naik 7 Persen di Semester I-2022, TV Masih Mendominasi

Whats New
Naik 63 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia Capai Rp 750 Miliar

Naik 63 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia Capai Rp 750 Miliar

Whats New
Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Whats New
Cetak Kinerja Bisnis Cemerlang, Elnusa Petrofin Raih Sales Team Awards 2022

Cetak Kinerja Bisnis Cemerlang, Elnusa Petrofin Raih Sales Team Awards 2022

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.