Sepanjang 2020, Pendapatan Indosat Naik 6,9 Persen

Kompas.com - 20/02/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi Indosat Ooredoo Kompas.com/Wahyunanda KusumaIlustrasi Indosat Ooredoo

JAKARTA, KOMPAS.com - Indosat Ooredoo mencatatkan pertumbuhan kinerja usaha sepanjang tahun 2020 sebesar 6,9 persen (YoY) menjadi Rp 27,9 triliun.

Sementara pendapatan seluler tumbuh sebesar 11,6 persen (YoY) menjadi Rp 23,1 triliun.

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengatakan, meskipun menghadapi berbagai tantangan pandemi Covid-19 dan kompetisi harga dari operator lain, Indosat Ooredoo terus menjalankan strategi tiga tahun perusahaan serta mampu menjaga momentum pertumbuhan.

Baca juga: Jangkau Pelosok Indonesia, Indosat Lirik Google Loon dan Lepas Bisnis Satelit

“Komitmen kami mengetengahkan penawaran produk yang sederhana dan relevan. Pertumbuhan ini memungkinkan perusahaan untuk membukukan pertumbuhan pendapatan seluler di atas rata-rata pasar serta peningkatan market share signifikan,” kata Ahmad dalam siaran pers, Jumat (19/2/2021).

Ahmad menjelaskan, ke depannya perseroan akan mengantisipasi perubahan gaya hidup secara daring, serta kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, yang menjadi marak karena pandemi Covid-19.

“Indosat Ooredoo berkomitmen penuh untuk mendukung pelanggan seluler dan bisnis kami agar mampu beradaptasi dengan situasi new normal dengan terus meningkatkan kinerja jaringan untuk memenuhi akselerasi pertumbuhan permintaan data,” jelas dia.

Perseroan memastikan, solusi digital baru dari perusahaan akan dapat melengkapi dan mempermudah kehidupan digital pelanggan.

Inisiatif-inisiatif yang mendukung agenda transformasi digital di Indonesia juga akan menciptakan nilai tambah bagi stakeholder Perusahaan.

Baca juga: Ini Penjelasan Indosat Terkait Rencana Merger dengan Tri

Tahun 2020, perseroan juga mencatatakn pertumbuhan EBITDA 16 persen YoY mencapai Rp 11,4 triliun, akibat pertumbuhan pendapatan yang baik serta fokus perusahaan atas efisiensi operasional.

Marjin EBITDA tercatat sebesar 40,9 persen, tumbuh sebesar 3,2 bps dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah pelanggan seluler tumbuh 1,7 persen YoY menjadi 60,3 juta pelanggan per akhir tahun 2020 serta pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) meningkat menjadi Rp 31.900 dari sebelumnya Rp 27.900 yang didorong oleh peningkatan trafik data yang signifikan sebesar 52,8 persen YoY.

Selama tahun 2020, Indosat Ooredoo berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Cisco, dan Ericsson untuk menghadirkan teknologi terkini yang dapat mempercepat digitalisasi pengalaman pelanggan serta meningkatkan jaringan internet di Indonesia.

“Kami terus memperkenalkan produk baru yang inovatif untuk membantu pelanggan tetap terhubung serta mendukung pelaku usaha dan institusi pendidikan agar tetap beroperasi selama pandemi,” tegas Ahmad.

Baca juga: Kasus Pembobolan Rekening, Ilham Bintang Sepakat Mediasi dengan Indosat dan Bank Commonwealth

Pada tahun 2021, Indosat Ooredoo akan melanjutkan peningkatan dan perluasan jaringan perusahaan dengan fokus pada pengembangan 4G/LTE dan jaringan video grade yang mampu memberikan layanan internet yang semakin baik kepada pelanggan.

Peningkatan jaringan ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang sejalan dengan rencana ekonomi digital pemerintah Indonesia serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Kami yakin momentum pertumbuhan ini akan berlanjut pada tahun 2021. Namun, karena ketidakpastian pemulihan ekonomi dari pandemi, dengan penuh pertimbangan kami optimis untuk mencapai pertumbuhan pendapatan sesuai dengan industri, marjin EBITDA di kisaran batas bawah level 40 persen, serta belanja modal di kisaran Rp 8 triliun,” kata Ahmad.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X