Kompas.com - 21/02/2021, 07:47 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Singapura. Dalam kunjungan tersebut, dia mengajak Singapura untuk semakin mempererat kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Mantan bos Inter Milan itu mengatakan, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menggerakkan perekonomian. Dalam tiga tahun ke depan, BUMN mempunyai 88 proyek atau investasi besar yang harus dilakukan.

Untuk itulah dia mengajak Singapura bekerja sama menggerakkan kembali perekonomian RI. Singapura bisa ikut terlibat dalam pembangunan proyek-proyek tersebut karena pemerintah RI terbuka bagi kerja sama dengan negara maupun pengusaha dari luar negeri.

“Presiden Joko Widodo sudah membentuk dan menunjuk orang-orang profesional yang menangani sovereign wealth funds Indonesia yang disebut INA. Banyak proyek-proyek yang disiapkan dan sangat prospektif karena akan memberikan return yang baik,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Siapkan Hal Ini jika Anda Mau Dilirik Erick Thohir Jadi Bos BUMN

Kepada para pejabat tinggi Singapura, Erick menyampaikan tiga bidang yang bisa dikerjasamakan, yakni energi, pariwisata, dan sektor keuangan. Dia berharap tawaran ini bisa dipertimbangkan dan dibahas lebih lanjut pelaksanaannya.

Dalam kunjungannya itu, Erick melakukan 13 kali pertemuan. Dia bertemu Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Chan Chun Sing, dan Chairman Economic Development Board Beh Swan Gin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erick didampingi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Bank BNI Silvano Rumantir bertemu kalangan pengusaha Singapura, seperti CEO Bandara Changi, CEO Singapore Airlines, CEO Singtel, dan CEO Central Provident Fund Board.

Selain membicarakan soal peluang kerja sama, pria yang juga menjabat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional juga menjelaskan soal penanganan Covid-19 terus menjadi fokus pemerintah Indonesia.

Baca juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi KAI

“Kami sudah melakukan vaksinasi kepada seluruh petugas medis sebanyak 1,5 juta orang. Pada Maret ini diharapkan lebih banyak lagi masyarakat indonesia bisa menjalani vaksinasi,” kata Erick.

Terkait pengembangan vaksin merah putih, Erick menuturkan saat ini perkembangannya menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Eijkmann Institute sudah mendapatkan seeds dari virus covid-19 dan kemudian akan diujicobakan. Semoga awal tahun depan sudah bisa diproduksi massal dan ini penting untuk mengantisipasi vaksinasi covid-19 yang harus dilakukan secara reguler,” jelas Erick.

Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Pusat Butuh 83.000 CPNS dan PPPK



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.