Kompas.com - 22/02/2021, 05:10 WIB
Ilustrasi Thinkstock/Zoonar RFIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi menurunkan pajak penghasilan (PPh) atas bunga obligasi dari 20 persen menjadi 10 persen.

Ketentuan tarif PPh ini berlaku untuk penghasilan bunga obligasi yang diterima atau diperoleh wajib pajak luar negeri (WPLN) selain bentuk usaha tetap (BUT).

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perlakuan Perpajakan Untuk Mendukung Kemudahan Berusaha. Beleid ini merupakan aturan pelaksana atas Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. PP 9/2021 ini berlaku per tanggal 2 Februari 2021.

“Tarif pemotongan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diturunkan menjadi sebesar 10 persen atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan pengindahan pajak berganda,” sebagaimana dikutip pada Pasal 3 PP 9/2021.

Baca juga: Ekonomi Menuju Fase Normal, Lebih Baik Investasi di Saham atau Obligasi?

Adapun bunga obligasi yang mendapatkan fasilitas penurunan PPh diatur dalam tiga ketentuan.

Pertama, bunga dari obligasi dengan kupon sebesar jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, diskonto dari obligasi dengan kupon sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan.

Ketiga, diskonto dari obligasi tanpa bunga sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi.

Nah, PPh bunga obligasi itu akan dipotong oleh penerbit obligasi atau kustodian selaku agen pembayaran yang ditunjuk.

Selain itu, bisa juga dipotong oleh perusahaan efek, dealer, atau bank, selaku pedagang perantara dan/atau pembeli, atas bunga diskonto yang diterima penjual obligasi pada saat transaksi.

Baca juga: Ekonomi Mulai Pulih, Apakah Obligasi Korporasi Masih Menarik?

Kendati demikian, penurunan tarif PPh Pasal 26 atas bunga obligasi WPLN ini berlaku mulai enam bulan terhitung sejak berlakunya PP 9/2021. Dus, investor obligasi asing baru bisa menikmati fasilitas ini per tanggal 2 Agustus 2021.

“Secara keseluruhan PP tersebut diterbitkan dalam rangka menarik investasi dan mendorong kemudahan berusaha,” kata Direktur Peraturan Perpajakan II Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Estu Budiarto kepada Kontan.co.id, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Sepanjang 2020 Kinerja Pasar Obligasi Ciamik, Bagaimana Tahun 2021?

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kebijakan perpajakan ke depan tidak hanya ditujukan untuk investasi langsung, tapi juga investasi portofolio termasuk obligasi.

Nah, diharapkan dengan penurunan PPh bunga obligasi semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di surat utang dalam negeri. (Yusuf Imam Santoso)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Sah! PPh bunga obligasi turun jadi 10%

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.