Proyek Pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumsel akan Dimulai Awal Maret 2021

Kompas.com - 22/02/2021, 15:27 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim), di Sumatera Selatan, Kamis (28/01/2021). Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim), di Sumatera Selatan, Kamis (28/01/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menargetkan proyek preservasi atau pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan bisa dimulai pada awal Maret 2021 mendatang.

Target ini dicanangkan setelah dilakukannya financial close atas proyek preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan dengan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Availability Payment (AP) pada hari ini, Senin (22/2/2021).

“Setelah ini kita akan memasuki tahap kontruksi yang kita targetkan akan dimulai pada 4 Maret 2021. Kami laporkan proses tencana teknik terperinci telah selesai dan PJAA telah melakukan persiapan untuk dimulainya kontruksi,” ujar Hedy dalam konferensi pers virtual, Senin.

Baca juga: Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerja untuk Program JKP Paling Lambat 30 Hari Sejak Tanggal Bekerja

Adapun perusahaan yang ditunjuk sebagai BUP adalah PT Jalintim Adhi-Abipraya yang merupakan perusahaan patungan antara PT Adhi Karya dan PT Brantas Abipraya.

Perusahaan ini akan mendapatkan masa konsesi selama 15 tahun, terdiri dari 3 tahun masa konstruksi dan sisanya masa pelayanan.

“Ini merupakan kegiatan pertama di Kementerian PUPR yang menggunakan skema KPBU AP. Ini konon financial close pertama pada proyek KPBU AP,” kata Hedy.

Adapun lingkup utama Proyek KPBU ini adalah melaksanakan preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera di Sumatera Selatan sepanjang 29,87 km dan 14 buah jembatan.

Ruas jalan yang dipreservasi meliputi Jalan Srijaya Raya (6,3 km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 km), Jalan Letjen H. alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 km), Jalan Soekarno - Hatta (8,32 km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (4 km) dan Jalan Sultan mahmud Badarudin II (2,9 km).

Baca juga: Ini Cara Membuat Izin Usaha Mikro Kecil atau UMKM

Ruas Jalintim ini juga kan dilengkapi dua buah Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Proyek ini memiliki estimasi biaya investasi kegiatan sebesar Rp 916,4 miliar.

“Kami berharap besar agar proyek KPBU AP ini dapat menjadi contoh yang berhasil dalam penerapan KPBU AP,” kata Hedy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X