China Desak Biden Hapus Kebijakan Tarif Trump

Kompas.com - 22/02/2021, 15:45 WIB
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing. AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANGFoto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing.

JAKARTA, KOMPPAS.com - China mendesak pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk segera mengambil langkah-langkah dalam membangun hubungan baik kedua negara.

Termasuk dengan menghapus tarif dan sanksi yang diterapkan AS pada China.

Dalam sebuah forum di Beijing, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, kedua negara harus membuka kembali dialog yang sempat terputus dan mundur dari beberapa kebijakan yang dibuat di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Joe Biden Sebut Bakal Ada Kompetisi Ekstrem dengan China, Bakal Ikuti Langkah Trump?

Dia menegaskan kembali kebutuhan untuk menghapuskan kebijakan tarif yang tidak masuk akal.

Serta menyatakan pembatasan visa pada media dan pelajar China oleh AS sebagai masalah lain yang perlu menjadi perhatian.

"Dalam situasi saat ini, kedua belah pihak dapat memulai dari hal-hal yang lebih mudah, berinteraksi secara aktif, dan membangun niat baik," ujar Wang seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (22/2/2021).

Wang menilai, bahwa Beijing dan Washington masih mampu bersama-sama menyelesaikan hal-hal besar bagi kepentingan dunia.

Di sisi lain, China memang terus memberikan tanggung jawab kepada AS untuk memulai memperbaiki hubungan mereka yang retak.

Baca juga: Beda dengan Trump, Biden Bakal Naikkan Pajak untuk Orang Tajir AS

"Kami berharap pihak AS akan menyesuaikan kebijakannya secepat mungkin," imbuh Wang.

Sebelumnya, Joe Biden sempat melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping melalui sambungan telepon untuk pertama kalinya pada Kamis (11/2/2021) lalu.

Biden menelpon Jinping dan mengungkapkan keprihatiannya tentang kebijakan ekonomi China yang dianggap memaksa dan tidak adil, tindakan keras di Hong Kong, pelanggaran HAM di Xinjiang, serta tindakan yang semakin tegas di wilayah Taiwan.

Kendati demikian, Jinping mengingatkan Biden agar tidak mencampuri hal yang dianggapnya sebagai urusan internal China, dan mendesak AS membantu membangun kembali mekanisme komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman.

Baca juga: Joe Biden Akan Ganti Armada Kendaraan Pemerintah AS dengan Mobil Listrik

Sementara itu, terkait pernyataan Wang tentang meringankan visa pada pelajar dan media China oleh AS, merujuk pada kemungkinan area kompromi.

Lantaran, Koordinator Indo-Pasifik AS Kurt Campbell sempat mengatakan pada Januari lalu, bahwa AS dapat mengubah tindakan tersebut untuk membangun kepercayaan dengan China.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X