Ada Relaksasi PPnBM, Adira Finance Berharap Kecipratan Untung

Kompas.com - 22/02/2021, 16:35 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Guna membangkitkan sektor otomotif, pemerintah berencana menerapkan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar nol persen, untuk pembeli mobil baru dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke bawah yang diproduksi secara domestik dengan komposisi lokal lebih dari 70 persen.

Penerapan relaksasi yang berlangsung hingga November 2021 ini diharapkan bakal mendorong kenaikan kinerja sektor otomotif dan turunannya, setelah sempat terpuruk pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Relaksasi PPnBM itu tentu kita berharap ini bisa meningkatkan penjualan di dunia otomotif secara keseluruhan. Jadi dengan perbaikan penjualan, ya perusahaan pembiayaan bisa mendapatkan kenaikan, karena jualannya nngingkat, itu harapan kami,” kata Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli dalam konferensi pers virtual, Senin (22/2/2021).

Hafid mengatakan, dengan relaksasi PPnBM tentunya perseroan akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyeleksi konsumen. Hal ini dilakukan guna menekan angka kredit macet atau non performing loan (NPL).

Baca juga: Soal Insentif PPnBM 0 Persen, Industri Otomotif Jadi Anak Emas Pemerintah?

Pada 2020, saat pandemi Covid-19 mulai terjadi, perseroan mencatatkan NPL sebesar 1,9 persen dari piutang yang dikelola perseroan, atau lebih rendah dibandingkan industri pembiayaan sekitar 4,0 persen.

“Dari awal bulan Maret 2020, kita banyak memberikan restrukturisasi, semakin kesini kita menetapkan prinsip kehati-hatian. Aturan dengan DP 0 persen bukan aturan baru, DP 0 persen sudah jalan di multi finance, dan kalau ditanya kebijakan 0 persen ya diberikan untuk customer yang bagus track record-nya dan sudah lama jadi customer,” jelas dia.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2020 Adira Multi Finance mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,026 miliar atau turun 51,4 persen YoY.

Sementara itu, Return on Asset (ROA) perseroan tahun 2020 sebesar 3,1 persen dan Return on Equity (ROE) 13,3 persen. Perseroan juga mencatatkan penurunan pembiayaan baru tahun lalu sebesar 51 persen atau Rp 18,6 triliun secara tahunan.

Baca juga: Mengenal Indeks Saham LQ45 dan KOMPAS100

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKI Dorong Hilirisasi Produk Perkebunan untuk Bisa Berkontribusi ke Perekonomian Nasional

BKI Dorong Hilirisasi Produk Perkebunan untuk Bisa Berkontribusi ke Perekonomian Nasional

Whats New
Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi

Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi

Rilis
Tenaga Kerja: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Tenaga Kerja: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Work Smart
Profil Nicke Widyawati, Wanita yang Dua Periode Jabat Posisi Dirut Pertamina

Profil Nicke Widyawati, Wanita yang Dua Periode Jabat Posisi Dirut Pertamina

Whats New
Memutus Rantai 'Generasi Sandwich' dengan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Seperti Apa?

Memutus Rantai 'Generasi Sandwich' dengan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Seperti Apa?

Whats New
HUB.ID Accelerator 2022, Ajang Kominfo Latih 'Startup' Buat 'Pitch Deck'

HUB.ID Accelerator 2022, Ajang Kominfo Latih "Startup" Buat "Pitch Deck"

Whats New
Cara Cek BSU Tahap 4 atau BLT Subsidi Gaji yang Cair Mulai Hari Ini

Cara Cek BSU Tahap 4 atau BLT Subsidi Gaji yang Cair Mulai Hari Ini

Whats New
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Erick Thohir: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Erick Thohir: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Whats New
Gandeng Perusahaan Farmasi Inggris, Erick Thohir: Bio Farma Akan Kembangkan Obat Hemofilia

Gandeng Perusahaan Farmasi Inggris, Erick Thohir: Bio Farma Akan Kembangkan Obat Hemofilia

Whats New
Ini Kriteria Pemimpin Ideal Versi Sri Mulyani

Ini Kriteria Pemimpin Ideal Versi Sri Mulyani

Whats New
Kresna Life Minta Cabut Sanksi PKU, OJK: Berbahaya untuk Calon Nasabah Baru

Kresna Life Minta Cabut Sanksi PKU, OJK: Berbahaya untuk Calon Nasabah Baru

Whats New
Jadikan FABA Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

Jadikan FABA Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

Whats New
Inflasi Terus Meningkat, Mendagri: Memang Sudah Diprediksi...

Inflasi Terus Meningkat, Mendagri: Memang Sudah Diprediksi...

Whats New
OJK Sebut SWI Temukan 105 Pinjol Ilegal dan 18 Investasi Ilegal pada September 2022

OJK Sebut SWI Temukan 105 Pinjol Ilegal dan 18 Investasi Ilegal pada September 2022

Whats New
Pembangkit Batu Bara Beroperasi Lagi di Eropa, Harga Batu Bara Naik

Pembangkit Batu Bara Beroperasi Lagi di Eropa, Harga Batu Bara Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.