Widodo Makmur Tergetkan Kenaikan Produksi Daging Ayam Hingga 10 Kali Lipat

Kompas.com - 22/02/2021, 18:58 WIB
Ilustrasi daging ayam shutterstockIlustrasi daging ayam

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) segera mengoperasikan Rumah Potong Ayam (RPA) yang pembangunannya menelan dana hingga Rp 600 miliar.

Dengan adanya RPA baru ini, WMUU menargetkan kenaikan produksi hingga 10 kali lipat, atau setara dengan 12.000 ekor ayam per jam.

Direktur Utama WMUU, Ali Mas'adi, mengatakan RPA baru ini akan memproduksi ayam 10 kali lipat lebih banyak daripada RPA WMU terdahulu.

Baca juga: Alihkan Investasi ke Bitcoin, Berapa Cuan yang Didapatkan Tesla?

 

Sebelumnya, RPA yang berada di Jambakan Jawa Tengah memiliki kapasitas produksi 1.500 ekor ayam per jam atau setara 6.500 ton ayam per tahun.

“Sementara RPA baru WMU yang terletak di Wonogiri ini diproyeksikan mampu memotong 50,4 juta ekor per tahunnya,” kata Ali dalam siaran pers, Senin (22/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ali mengatakan, strategi usaha perseroan pada segmen RPA didukung oleh kinerja karkas yang menjadi sumber tertinggi dari laba perusahaan.

Per 30 Juni 2020 lalu (audited), produk carcass atau karkas menjadi produk dengan penjualan tertinggi Perseroan, dengan total penjualan sekitar Rp 446 miliar atau sekitar 87,7 persen dari seluruh total penjualan Perseroan, yaitu sekitar Rp 508 miliar. Per 30 Juni 2020, Perseroan mampu memproduksi Karkas hingga 16.000 ton.

"Beroperasinya RPA baru WMU ini siap dorong total produksi RPA WMU hingga 110.740 ton di tahun 2021," jelas Ali.

Dengan beroperasinya RPA baru, WMUU optimis bisa terus torehkan kinerja yang positif di tahun 2021 sebagaimana perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif di tahun 2020.

Pada Desember 2020 lalu, perusahaan berhasil catatkan pendapatan Rp 1,1 triliun (unaudited), atau meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp 576,72 miliar.

Baca juga: China Desak Biden Hapus Kebijakan Tarif Trump

Dalam upaya mencapai target produksi, WMUU menggunakan sistem GMP dan peralatan pemotongan tercanggih, sehingga proses pemotongan ayam berjalan dengan lancar, produktif, efisien dan terjamin higienitasnya sehingga kualitas Karkas yang sampai ke tangan konsumen tetap terjaga.

“Perusahaan optimis pemfokusan bisnis di sektor RPA memiliki prospek yang baik didorong oleh belum terpenuhinya permintaan pelanggan atau offtaker yang sampai dengan saat ini masih belum sepenuhnya terealisasi,” jelas Ali.

RPA WMU sendiri memproduksi setidaknya 7 jenis hasil olahan, diantaranya Karkas (Carcass), Potongan (Parting), Daging Ayam tanpa Tulang (Boneless), Daging Giling/Bubur Daging Ayam (Mechanically Deboned Meat) , Kulit (Skin) dan Produk Samping (Ceker, Kepala, Ati Ampela, Usus, dan Bulu Ayam).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.