IHSG Pagi Lanjutkan Kenaikan, Rupiah Akhirnya Mulai Bangkit

Kompas.com - 23/02/2021, 09:41 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (23/2/2021). Demikian juga dengan rupiah yang menguat di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.24 WIB, IHSG berada pada level 6.271,385 atau naik 16,5 poin (0,26 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.255,31.

Sebanyak 214 saham melaju di zona hijau dan 162 saham di zona merah. Sedangkan 167 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 2,07 triliun dengan volume2,8 miliar saham.

Baca juga: Memahami IHSG: Pengertian, Manfaat, dan Cara Hitungnya

Bursa Asia pagi ini hijau, dengan kenaikan indeks Hang Seng Hong Kong 0,21 persen, indeks Strait Times Singapura 0,47 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,04 persen.

Sebelumnya, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal positif. Namun IHSG masih berpeluang mengalami koreksi jangka pendek.

“Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG,” jelas Nafan dalam rekomendasinya.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pagi ini mulai bangkit.

Melansir data Bloomberg, rupiah pada pukul 09.13 WIB berada pada level Rp 14.110 per dollar AS atau menguat 0,05 persen (8 poin) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 14.118 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah pagi ini terdorong oleh pelemahan dollar AS terhadap nilai tukar mata uang negara lainnya. Pelemahan dollar AS terdorong oleh sentimen pemulihan ekonomi global.

“Rupiah kemungkinan bisa menguat terhadap dollar AS hari ini, setelah dollar AS melemah sejak semalam dan pagi ini masih terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya termasuk nilai tukar regional,” kata Ariston.

Sementara itu, Ariston mengatakan, pelemahan rupiah kemarin terhadap dollar AS terjadi karena kenaikan yield obligasi pemerintah AS ke kisaran 1,39 persen. Pagi ini, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat menurun ke 1,36 peren.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.050 per dollar AS sampai dengan Rp 14.130 per dollar AS.

Baca juga: Ramai Sentimen Negatif, Rupiah Tak Mampu Bangkit

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X