Catat! Ini 4 Tips Atasi Krisis dan Kerugian di Awal Bisnis Online

Kompas.com - 23/02/2021, 10:42 WIB
ilustrasi SHUTTERSTOCKilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi yang melanda dunia sejak tahun 2020 lalu, membuat semua pembisnis dipaksa memutar otak untuk bisa terus terkoneksi dengan para konsumennya.

Tentu saja, satu-satunya cara adalah dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.

Hal ini akan berbeda jika beberapa bisnis tidak dapat beradaptasi dengan era digital, maka akan segera punah. Hal ini dikarenakan perilaku konsumen sudah berubah, dan lebih memilih belanja lewat smartphone-nya.

Perencana Keuangan Finansialku, Juan Mahir Muhammad, CFP®, mengatakan, pada 2021 ini bisnis yang berbasis online akan terus berkembang dan sangat menjanjikan. Bahkan diprediksi akan bermunculan inovasi-inovasi baru yang dibutuhkan orang banyak.

“Keuntungan dari memulai bisnis online adalah modal yang relatif murah, dan juga sudah banyak sistem-sistem online yang terintegrasi, sehingga memudahkan pembisnis dan juga costumer,” jelasnya.

Baca juga: Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi

Namun, tentu saja dalam bisnis online, terdapat risiko manajemen berupa krisis dan kerugian di awal bisnis.

Sebagai pembisnis online pemula, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan seperti berikut ini.

1. ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)

Cara pertama agar bisnis kamu bisa berjalan mulus dan mudah berkembang adalah dengan melakukan metode ini.

Juan berkata, metode ini sangat ampuh jika kamu belum memiliki pengalaman atau sumber modal yang bisa membantu bisnis online kamu berkembang.

Kamu bisa praktikkan metode ini dengan cara menjadi reseller terlebih dahulu dari produk dan sistem penjualan yang sangat baik kinerjanya. Misalnya, kamu bisa menjadi reseller pakaian muslimah.

Pelajari bagaimana sistem penjualan mereka dibentuk dan dijalankan, dari mana mereka mendapatkan modal dan supplier, bagaimana cara mendekatkan diri ke konsumen, metode pengiriman, hingga cara mendesain, dan lainnya.

Setelah dipelajari, maka kamu akan lebih paham medan perang bisnis ke depannya. Sehingga, kamu lebih siap dengan kompetisi bisnis online.

Baca juga: Ingin Sukses Bisnis Online? Perhatikan Hal Ini

2. Riset dengan memerhatikan sekitar

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan riset melalui memperhatikan sekitar kamu.

Juan menjelaskan, yang kamu perhatikan bukan hanya lingkungan masyarakat sekitarmu, namun juga sudah sejauh mana dunia ini berkembang.

“Banyak sekali hal-hal yang menarik yang bisa kamu kembangkan kembali pemanfaatannya,” ungkap Juan.

Carilah berbagai aplikasi dan media yang dapat membantu dan berkolaborasi dengan usaha kamu. Misalnya, media untuk promosi ada Instagram, Facebook, TikTok, dan lainnya.

Untuk pengiriman barang, bisa menggunakan jasa konvensional seperti JNE, Tiki, dan lainnya. Bisa juga menggunakan jasa pengiriman dari aplikasi online.

3. Fokus terhadap solusi

Jika kamu ingin mulai berbisnis online, maka jangan selalu tertuju pada masalah yang dihadapi.

“Kehadiran bisnis online kamu pada dasarnya harus memberikan solusi terhadap masalah yang muncul di sekitaran kita,” katanya.

Hal ini dikarenakan, pada prinsipnya digitalisasi itu harus mempermudah, bukan mempersulit calon konsumen kamu.

Misalnya, jika produk bisnis kamu bertemakan zero waste atau peduli lingkungan, maka buatlah kampanye-kampanye ramah lingkungan kepada calon konsumen. Gunakan teknik copywriting, agar masyarakat tertarik membeli produk kamu.

Baca juga: Punya Bisnis Online? Ini Tips Memilih Layanan Pengiriman Barang

4. Gunakan kreativitas dan analisis kamu

Sebagai pembisnis, apalagi berbasis online, kamuharus memiliki tingkat kreativitas dan analisis yang tinggi.

Mengapa demikian? Karena, bisnis online terus bergerak dengan cepat. Tentu kamu harus selalu bisa beradaptasi bagaimana pun keadaannya nanti.

Juan menyarankan, ka mu bisa gunakan metode customer experience yang bisa menjadi pembeda bisnis ka mudengan kompetitor kamu.

Misalnya, pengiriman produk kamu lebih cepat dan harganya lebih murah dibandingkan pesaing kamu. Atau, bagaimana konsumen dimudahkan untuk mendapatkan produk yang dijual.

Hal ini bisa mempengaruhi bisnis kamu, karena dapat membuat kesan yang baik, dan menimbulkan ketergantungan dengan kamu atas produk yang mereka butuhkan.

Bisnis online memang ada rintangannya tersendiri daripada bisnis secara offline. kamu harus bisa mengembangkannya sesuai dengan perubahan kebutuhan konsumen.

Juan menyebutkan, pengembangan ini tentu membutuhkan dana yang harus disisihkan, baik dari sisi pengembangan inovasi produk maupun sistem bisnismu.

Sehingga, kamu harus mulai bisa mencatat arus kas bisnis online, agar dapat meminimalisasi kerugian yang akan datang. (Retna Gemilang)

Artikel ini merupakan kerja sama dengan Finansialku.com. Isi artikel di luar tanggu jawab Kompas.com

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.