Peringatan Menkeu AS soal Bahaya Bitcoin: Bisa Rugikan Investor hingga Masyarakat

Kompas.com - 23/02/2021, 11:08 WIB
Menteri Keuangan AS Janet Yellen.
foto file ini diambil pada tanggal 1 Desember 2020) saat Yellen berbicara selama acara pengumuman kabinet di The Queen Theatre di Wilmington, Delaware. AFP/CHANDAN KHANNAMenteri Keuangan AS Janet Yellen. foto file ini diambil pada tanggal 1 Desember 2020) saat Yellen berbicara selama acara pengumuman kabinet di The Queen Theatre di Wilmington, Delaware.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen memberi peringatan terkait bahaya bitcoin baik kepada investor maupun kepada masyarakat luas.

Dilansir dari CNBC, Selasa (23/2/2021) meski harga bitcoin sempat merosot tajam di awal pekan, setelah sempat menembus harga 58.000 dollar AS atau RP 812 juta (kurs Rp 14.000), bitcoin hingga saat ini masih diperdagangkan di atas 53.000 dollar AS (Rp 742 juta).

Lonjakan harga bitcoin tersebut berasal dari beragam sumber, salah satunya dari pembelian oleh perusahaan produsen mobil listrik milik Elon Musk, Tesla sebesar 1,5 miliar dollar AS, serta kemungkinan perusahaan tersebut menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran.

Baca juga: Kembali Cetak Rekor Harga Tertinggi, Valuasi Pasar Bitcoin Kalahkan Tesla

Namun demikian, Yellen pun mempertanyakan pertanyaan penting mengenai legitimasi serta kestabilan dari mata uang kripto tersebut.

"Saya pikir bitcoin tidak digunakan secara luar sebagai sebuah mekanisme trasaksi," ujar Yellen dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

“Dalam penggunaannya sejauh ini, saya khawatir kerap kali digunakan untuk keuangan gelap. Selain itu (bitcoin) tidak efisien untuk ditransaksikan, serta jumlah energi yang dikonsumsi untuk memproses transaksi tersebut sangat besar," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, penambangan bitcoin mengharuskan pengguna untuk menyelesaikan persamaan matematika yang kompleks. Selain itu juga harus menggunakan komputer bertenaga tinggi. Digiconomist mengatakan, konsumsi listrik yang digunakan selama proses tersebut menghasilkan jejak karbon tahunan yang sama dengan Selandia Baru.

Kekhawatiran Yellen pun bertambah lantaran bitcoin ekrap kali digunakan sebagai salah satu alat untuk beragam kegiatan ilegal lantaran sulit untuk dilacak.

Selain itu juga volatilitas harga, mengingat harga bitcoin dalam satu tahun terakhir meroket dan terus menembus rekor baru sejak mata uang digital tersebut diciptakan.

"Bitcoin adalah aset yang sangat spekulatif dan masyasrakat seharusnya menyadari hal itu bisa sangat bergejolak. Saya pun khawatir mengenai risiko kerugian yang akan dialami investor," jelas dia.

Berbagai lembaga pemerintahan telah memikirkan gagasan untuk membuat mata uang digital alternatif dengan harapan akan membuka sistem pembayaran secara global bagi mereka yang tidak memiliki akses.

Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, tempat Yellen pernah menjabat sebagai gubernur bank sental, telah mempelajari masalah ini dan membahas kemungkinan mata uang digital baru bersama dengan sistem pembayaran yang diharapkan akan diluncurkan selama beberapa tahun ke depan.

“Saya pikir ini bisa menghasilkan pembayaran yang lebih cepat, lebih aman dan lebih murah, yang menurut saya merupakan tujuan penting,” kata Yellen.

Baca juga: Alihkan Investasi ke Bitcoin, Berapa Cuan yang Didapatkan Tesla?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.