Menperin: Peluang Ekspor Jadi Lebih Besar jika Industri Terapkan ISO 9001:2015

Kompas.com - 23/02/2021, 18:56 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pelaku industri akan mampu memenuhi standard konsumen secara global melalui Standar Nasional Indonesia ( SNI) ISO 9001:2015.

Menurut Menperin, hal itu merupakan salah satu standar manajemen mutu yang bersifat umum, internasional serta relevan untuk digunakan bagi seluruh organisasi.

"Oleh karenanya, peluang ekspor menjadi lebih besar bagi industri yang menerapkan ISO 9001:2015 dan terintegrasi dengan proses bisnis yang dimiliki," ujarnya, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Stafsus Sri Mulyani: Penambahan Utang RI Salah Satu Paling Kecil di ASEAN

Hingga saat ini, Kementerian Perindustrian telah menetapkan 120 SNI produk industri untuk 356 Nomor Pos Tarif yang wajib memberlakukan SNI.

Adapun produk industri yang dimaksud mencakup sektor hasil perkebunan, agro, kimia hulu dan hilir, bahan galian non logam, tekstil, alas kaki, permesinan, alat transportasi, elektronika, logam dan produk IKM seperti mainan dan korek api gas.

"Dapat kami sampaikan bahwa pada sektor industri logam baru terdapat 22 SNI wajib, sedangkan pada sektor permesinan terdapat 4 SNI wajib sehingga hal ini merupakan potensi untuk meningkatkan investasi baru atau ekspansi dalam rangka substitusi impor, serta meningkatkan hilirisasi industri dalam negeri," ujar Menperin.

Ia berharap, melalui kebijakan pemberlakuan SNI secara wajib, industri dalam negeri dapat meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Baca juga: Pengamat: Kalau Negara Tidak Mau Rugi, Jangan Investasi di Pasar Modal

Sejalan dengan upaya pengenaan Standar ISO 9001:2015, program substitusi impor sebesar 35 persen pada tahun 2022 akan dijalankan secara simultan dengan upaya peningkatan utilisasi produk seluruh sektor industri pengolahan.

"Melalui program ini diharapkan turut mendorong upaya pembangunan industri dan menarik investasi dalam negeri serta menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional. Dengan perbaikan mutu dan daya saing industri yang bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri, saya berharap kita bisa bersama-sama mensukseskan program substitusi impor guna mendorong pertumbuhan industri dalam negeri," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Whats New
Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

Rilis
Hingga Hari Ini, 5 Juta Orang Sudah Lapor SPT Tahunan

Hingga Hari Ini, 5 Juta Orang Sudah Lapor SPT Tahunan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X