Luhut Minta Pipa dan Kabel Bawah Laut Ditata

Kompas.com - 24/02/2021, 06:59 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021). Dokumentasi Facebook Resmi Luhut Binsar PandjaitanMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menindaklanjuti desain proses bisnis pipa dan/atau kabel bawah laut (SOP hulu sampai hilir) di Indonesia.

Permintaan ini ia sampaikan dalam rapat koordinasi virtual, membahas mengenai pipa dan kabel bawah laut di wilayah Kepulauan Riau, Teluk Jakarta, dan Perairan Jawa Timur.

"Melalui rapat koordinasi ini sudah diputuskan bahwa akan ditata pipa dan kabel bawah laut yang ada di perairan Indonesia. Ini akan membuat pelabuhan kita lebih efisien dan lalu lintas laut kita menjadi lebih tertib," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui keterangan tertulis, Selasa (23/2/2021).

Dalam rakor, disepakati ada 217 jalur koridor dan 209 Beach Main Hole ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 14 Tahun 2021.

Baca juga: Sempat Melambung, Kini Harga Bitcoin Terus Merosot

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021 nantinya dapat dievaluasi jika terjadi perubahan terkait kebijakan nasional yang bersifat strategis, kondisi lingkungan atau bencana.

Adanya Kepmen KP ini nantinya akan disosialisasikan kepada pemangku kepentingan secara luas, yakni kepada pemerintah daerah setempat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021 yang sudah disepakati bersama ini perlu secepatnya disosialisasikan bersama dan secepatnya kita bahas kembali terkait penyusunan dan penetapan proses bisnis penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut ini," ujarnya.

Pada akhir rapat, Luhut memerintahkan Kapushidros TNI AL untuk segera melakukan sosialisasi koridor dan melakukan monitoring serta evaluasi teknis.

Baca juga: Sulit Unggah Foto KTP saat Daftar Kartu Prakerja, Ini Penyebabnya

Perlu diketahui, telah dilakukan pembahasan awal tentang desain proses bisnis atau SOP dari hulu sampai hilir yang akan ditetapkan sebagai acuan bersama penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut.

Selain itu, sejak awal proyek berjalan proses pemetaan pipa dan kabel bawah laut dibantu oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Kapushidros) TNI AL selaku Ketua Tim Pelaksana Timnas.

Melalui pemetaan ini, pada akhirnya diperoleh peta jalur kabel bawah laut dan juga rencana lokasi landing stations di Batam, Manado, Kupang, dan Jayapura.

Baca juga: Layanan Tes GeNose Tersedia di Bandara mulai 1 April 2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X